Vortex Tech, Teknologi Pemadaman Api dengan Gelombang Suara
Jumat, 23 Okt 2026, 08:28 WIBJAKARTA - Seorang siswi jurusan elektronika berusia 16 tahun bernama Ãngela Karime Venegas Hernández asal Tamaulipas, Meksiko, berhasil membawa pulang Medali Emas (Gold Medal) pada kategori Teknologi tingkat sekolah menengah dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Indonesia pertengahan Oktober 2026 lalu. Apa penemuan atau inovasi yang dibawakan oleh gadis muda ini sehingga mampu meraih medali emas dalam event bergengsi ini?
Vortex Tech, Teknologi Pemadaman Api dengan Gelombang Suara
Seperti diberitakan oem.com.mx dan infobaemexico, inovasi yang membawa Angela menjadi juara adalah Vortex Tech (atau Vortex-TEC), sebuah prototipe alat pemadam api eksperimental canggih yang memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi rendah (30 Hz) untuk memadamkan api kecil dalam waktu kurang dari 10 detik tanpa menggunakan air ataupun bahan kimia.
Bagaimana cara kerja teknologi Vortex Tech
Teknologi Vortex-TEC (Vortex Tech) bekerja dengan memanfaatkan prinsip fisika akustik, yaitu menggunakan gelombang suara berfrekuensi rendah untuk memadamkan api tanpa bantuan air atau bahan kimia.
Berikut adalah proses dan cara kerja bagaimana alat ini memadamkan api:
1. Pembangkitan Gelombang Suara (30 Hz): Alat ini dilengkapi dengan pengeras suara (speaker) khusus yang menghasilkan gelombang suara pada frekuensi sangat rendah, yaitu sekitar 30 Hertz (Hz). Frekuensi serendah ini menghasilkan getaran udara yang kuat namun tidak terdengar bising secara berlebihan oleh telinga manusia.
2. Fokus Aliran Udara melalui Kerucut Akustik: Gelombang suara yang dihasilkan kemudian diarahkan masuk ke dalam sebuah tabung atau kerucut khusus. Bentuk kerucut ini berfungsi untuk memfokuskan dan memadatkan energi mekanis dari getaran udara tersebut menjadi satu arah gelombang yang lurus dan kuat.
3. Pemisahan Oksigen dari Bahan Bakar: Ketika gelombang suara frekuensi rendah ditembakkan ke arah api, getaran udara tersebut memutus pasokan oksigen di sekitar area pembakaran secara instan. Gelombang suara bertindak seperti "dinding tidak terlihat" yang mendorong molekul oksigen menjauh dari permukaan bahan bakar yang sedang terbakar.
4. Pemadaman Instan (Kurang dari 10 Detik): Segitiga api membutuhkan tiga unsur untuk tetap menyala: bahan bakar, panas, dan oksigen. Karena oksigen di sekitar api terpisah akibat tekanan gelombang suara yang konstan, api kecil akan mati total dalam waktu kurang dari 10 detik.
Inovasi yang diciptakan oleh Ãngela Karime Venegas Hernández ini dinilai sangat potensial karena ramah lingkungan, tidak meninggalkan residu kimia berbahaya, dan tidak merusak barang-barang elektronik di sekitar area kebakaran seperti yang sering terjadi pada penggunaan alat pemadam api konvensional (APAR).
Sekedar untuk diketahui, ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 diikuti oleh lebih dari 1.500 tim dari 25 negara.
Karena skala kompetisinya yang masif dan terbagi atas banyak kategori serta jenjang, penghargaan diberikan dalam bentuk beberapa kategori medali (Gold, Silver, Bronze) serta Grand Awards. Vortex Tech karya Ãngela Karime Venegas Hernández berhasil memenangkan Medali emas, ia juga dianugerahi IYSA Semi Grand Award dan termasuk sebagai salah satu juara utama. Luar biasa.
- Pemadam Kebakaran
- Inovasi
- Inovasi Teknologi
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Winoto Wahyu
Berita Terkait:
-
BRI Life Hadirkan Aurora Plus dengan Uang Pertanggungan hingga Rp5 Miliar
-
ASUS ProArt P14 dan P16 Resmi Hadir di Indonesia, Laptop Kreator Profesional dengan NVIDIA RTX Spark™
-
Demi Keamanan, 6 Klub Berikut Tidak Disatukan dalam Grup Piala Liga Indonesia
-
Australia Apresiasi Latihan Bersama Ausindo 2026 di Semarang
-
Video Musik 'Boombayah' BLACKPINK Tembus 1,9 Miliar View di YouTube
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.