Aktor Bollywood Imran Khan Diperintahkan Tinggalkan India Sebelum 28 Oktober

Jumat, 16 Okt 2026, 03:37 WIB

MUMBAI – Aktor Bollywood Imran Khan diperintahkan meninggalkan India paling lambat 28 Oktober 2026 setelah otoritas imigrasi Mumbai mengambil tindakan atas dugaan pelanggaran aturan keimigrasian. Kasus ini mencuat setelah aktor berkewarganegaraan Amerika Serikat tersebut dilaporkan mengikuti aksi demonstrasi politik di Mumbai.

Dilansir oleh Images,perintah tersebut dikeluarkan Kantor Registrasi Regional Orang Asing (FRRO) Mumbai. Imran Khan diketahui memegang kartu Overseas Citizen of India (OCI), yang memberikan sejumlah hak tinggal dan beraktivitas di India kepada warga negara asing keturunan India, tetapi bukan status kewarganegaraan India.

Ket. Foto: Persoalan ini bermula dari pengaduan Kirit Somaiya, pemimpin Partai Bharatiya Janata (BJP), yang menuding Imran melanggar ketentuan OCI setelah ikut dalam demonstrasi di August Kranti Maidan, Mumbai Central. — Sumber: Istimewa

Persoalan ini bermula dari pengaduan Kirit Somaiya, pemimpin Partai Bharatiya Janata (BJP), yang menuding Imran melanggar ketentuan OCI setelah ikut dalam demonstrasi di August Kranti Maidan, Mumbai Central. Somaiya mendesak aparat mengambil tindakan hukum hingga mendeportasi sang aktor.

Seorang petugas kepolisian membenarkan bahwa pemberitahuan telah disampaikan kepada Imran. Proses hukum disebut berjalan berdasarkan ketentuan Undang-Undang Imigrasi India terkait dugaan keterlibatannya dalam aksi politik, meskipun berstatus warga negara asing.

Demonstrasi tersebut menuntut pengunduran diri Ketua Komisi Pemilihan Umum India, Gyanesh Kumar, menyusul tuduhan penyimpangan dalam proses revisi daftar pemilih atau Special Intensive Revision (SIR).

Imran tidak sendirian saat berada di lokasi aksi. Kekasihnya, Lekha Washington, ibunya, Nusrat, serta keponakannya, Zayn (Marie), termasuk di antara sekitar 400 orang yang ditahan polisi selama demonstrasi berlangsung.

Insiden penahanan itu juga memicu kontroversi. Zayn mengunggah video yang memperlihatkan memar pada tubuhnya dan mengaku mengalami perlakuan kasar dari petugas kepolisian. Namun, klaim tersebut merupakan pernyataan pihak yang bersangkutan dan belum disertai keterangan lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan.

Somaiya menyatakan telah menyerahkan bukti kepada polisi, termasuk materi pidato Imran dalam demonstrasi serta pernyataan-pernyataannya sebelumnya. Ia juga meminta aparat memeriksa status kewarganegaraan aktor tersebut dan menilai apakah keterlibatannya dalam aksi politik bertentangan dengan ketentuan yang melekat pada kartu OCI.

“Warga India tidak dapat mentolerir ekstremisme politik yang ditunjukkan Imran Khan selama kunjungannya baru-baru ini di negara ini. Dia adalah warga negara Amerika yang memegang kartu OCI, namun dia telah mencoba menyalahgunakan statusnya. Hari ini, kami menyerahkan semua bukti kepada polisi mengenai perilakunya—khususnya pidato yang dia sampaikan selama protes dan komentar-komentarnya sebelumnya,” kata Somaiya.

Kasus ini menempatkan Imran di tengah persoalan hukum dan politik di India. Meski dikenal sebagai aktor Bollywood, statusnya sebagai warga negara Amerika menjadi faktor penting dalam penanganan perkara tersebut.

Hingga informasi ini diberitakan, belum ada keterangan mengenai tanggapan resmi Imran Khan atas perintah meninggalkan India maupun langkah hukum yang mungkin ditempuhnya untuk menentang keputusan otoritas imigrasi.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.