Gak Asal Titip! Ini Standar Mutu Biar Produk UMKM Lolos Kurasi Ritel Modern

Senin, 02 Nov 2026, 20:48 WIB

JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) membongkar kunci agar produk UMKM bisa tembus jaringan ritel modern. Kuncinya bukan sekadar produk enak, tapi harus lolos standardisasi dan kurasi.

Hal itu disampaikan Mendag Busan saat Kick Off Hari Ritel Nasional (HRN) 2026 di Bandung, Senin (2/11/2026).

Ket. Foto: Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) saat Kick Off Hari Ritel Nasional (HRN) 2026 di Bandung, Senin (2/11) membongkar kunci agar produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa tembus jaringan ritel modern. Kuncinya bukan sekadar produk enak, tapi harus lolos standardisasi dan kurasi — Sumber: istimewa

"Ritel modern menjadi etalase bagi produk-produk berkualitas yang sudah terstandardisasi. Kemendag bersama pemda bekerja sama dengan asosiasi ritel untuk mendampingi para UMKM agar produknya bisa diterima di ritel modern," ujar Busan melalui keterangannya.

Menurutnya, ada tahapan yang harus dilalui UMKM:

1. Kurasi dan Standardisasi Mutu

Produk harus memenuhi standar SNI dan kelayakan ritel. Di HRN 2026 yang berbarengan dengan Bulan Mutu Nasional, BSN ikut terlibat untuk memperkuat kepercayaan konsumen.

"Produk yang sudah dikurasi ritel akan lebih mudah mendapat kesempatan ekspor," tegas Busan.

2. Ikut Pendampingan Kelas Ritel

Pada HRN 2025, hampir 1.000 UMKM ikut pendampingan lewat kelas online. Yang lolos kurasi langsung dimasukkan ke jaringan anggota APRINDO. Pola sama kembali dibuka di HRN 2026 yang berlangsung 2–11 November 2026.

3. Berikan Nilai Tambah dan Beda dari Lain

CEO Amanda Indo Perkasa Holding, Joko Ervianto yang membangun usaha sejak 2000 berbagi tips: "Ketika mempunyai produk, jadikan produk berbeda dari yang lain, berikan nilai tambah agar pasar tergerak untuk membeli."

Bukti UMKM Bisa Tembus

Di pembukaan HRN 2026, Kemendag dan APRINDO menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan UMKM binaan Kemendag, PUKA (Pulas Katumbiri) – bisnis sosial kriya yang memberdayakan difabel. Produk PUKA terpilih dalam kurasi Product Placement Pilihan Busan Periode 2 2026 dan jadi suvenir di Trade Expo Indonesia 2026.

"Semoga penandatanganan LoI menjadi pintu gerbang berkembangnya produk-produk hasil difabelpreneur, tidak hanya untuk PUKA saja," ujar pemilik PUKA, Dessy Nur Anisa.

Contoh lain, CEO PT Well Maira Food, Endah Permatasari, UMKM yang sudah berhasil masuk ritel APRINDO, mengaku butuh dukungan berkelanjutan untuk perluas pasar.

Mendag Busan menegaskan, tembus ritel modern adalah batu loncatan ke ekspor. Pasalnya, TEI 2026 pada 14–18 Oktober lalu mencatat potensi transaksi USD 22,94 miliar (Rp414,13 T), khusus UMKM USD 510,79 juta. Kemendag akan mengakselerasi lewat 46 perwakilan dagang di 33 negara.

"Kami harap, Ibu dan Bapak yang telah masuk ritel modern dapat mengembangkan pasar ekspor," kata Busan.

Ketua Umum APRINDO Solihin menyatakan siap mengawal: "Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan bagi produk Indonesia melalui penjualan di ritel modern."

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menambahkan, ritel di Bandung punya daya serap tenaga kerja sangat baik dan menjadi penggerak ekonomi kota.

Kepala BSN Donny Purnomo menegaskan mutu adalah harga mati untuk bisa bersaing, baik di rak ritel nasional maupun global.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.