- Home
-
- Luar Negeri
-
- Catatkan Sejarah Baru, unt...
Catatkan Sejarah Baru, untuk Pertama Kalinya Ilmuwan AS Ciptakan Bakteriofag AI
Jumat, 07 Agu 2026, 13:20 WIBMOSKOW - Sejumlah ilmuwan Amerika Serikat, untuk pertama kalinya, berhasil menggunakan model kecerdasan buatan (AI) untuk merancang genom lengkap bakteriofag (fag) yang dapat hidup, lapor makalah ilmiah yang diterbitkan di jurnal Science.
"Dalam penelitian ini, kami memanfaatkan model bahasa genom, Evo 1 dan Evo 2, untuk menghasilkan genom fag lengkap dengan arsitektur genetik yang realistis, serta kekhususan terhadap inang bakteri, Escherichia coli C (E.coli)," demikian isi penjelasan dalam penelitian tersebut.
Dengan menggunakan fag alami ΦX174 sebagai contoh, kelompok ilmuwan tersebut mengembangkan metode untuk menghasilkan dan mengevaluasi ribuan genom yang dihasilkan AI, di mana hampir 300 di antaranya dilakukan sintesis secara kimiawi dan uji dalam kondisi laboratorium, yang menghasilkan 16 fag yang viabel.
Sejumlah fag yang dihasilkan tersebut berbeda dari fag alami mana pun yang diketahui. Fag tersebut mengandung mutasi unik, gen, dan elemen pengatur yang berbeda, serta panjang genom bervariasi.
Dalam uji laboratorium, campuran fag yang dirancang dengan AI dapat memusnahkan strain E. coli yang resisten terhadap fag alami ΦX174.
Bakteriofag merupakan jenis virus yang secara khusus dapat menghancurkan sel bakteri. Fag dalam Bahasa Yunani berarti "pemakan bakteri".
- Kecerdasan Buatan
- ilmuwan AS
- Sejarah Baru
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Penonton MotoGP Indonesia 2026 Ditargetkan Meningkat 15,7 Persen, Ini Strateginya
-
AI Gerus 268 Ribu Kerja Anak Muda Korsel, CORE: RI Wajib Antisipasi Sekarang
-
Taman Robot Galaxy Dibuka di Korea Selatan, Ada Pertunjukan K-pop Bertenaga Robot AI
-
Krisis Ceuta Mengguncang Eropa, Italia Tutup Jalur Bebas Schengen dengan Spanyol
-
Tekan Titik Panas yang Meningkat, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel Hingga 10 Agustus
-
Satgas TMMD Kodim 1505/Tidore Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung dan Kacang Tanah.
-
Dituding Langgar Hak Cipta Besar-besaran, Anthropic Digugat Sony dan Warner Music
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.