BPBD Temanggung MIinta Pendaki Waspada Saat Gunakan Api di Musim Kemarau

Selasa, 21 Jul 2026, 16:28 WIB

TEMANGGUNG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengimbau seluruh pendaki agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan mematuhi seluruh aturan pendakian, khususnya terkait penggunaan api di kawasan gunung untuk mencegah kebakaran hutan.

Kepala BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto di Temanggung, Selasa, menyampaikan imbauan tersebut menyusul kondisi vegetasi di sejumlah jalur pendakian yang mulai mengering dan berpotensi memicu kebakaran hutan.

Ket. Foto: Sekelompok pemuda mendaki Gunung Sindoro via Basecamp Kledung Kabupaten Temanggung. — Sumber: ANTARA/Heru Suyitno

Berdasarkan hasil pemantauan, lanjutnya, kawasan di atas Pos 4 jalur pendakian Gunung Sumbing telah mengalami kekeringan. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di jalur pendakian gunung lainnya, sehingga diperlukan kewaspadaan dari seluruh pendaki.

"Apabila dalam kondisi darurat pendaki terpaksa menggunakan api, penggunaannya harus benar-benar diperhatikan. Setelah selesai digunakan, api harus dipastikan benar-benar padam. Bara api sekecil apapun dapat memicu kebakaran hutan yang berdampak luas," katanya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah berkoordinasi dengan pengelola basecamp pendakian di Gunung Prau, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperketat pemantauan terhadap aktivitas pendaki, sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai keselamatan selama musim kemarau.

Selain mengingatkan bahaya penggunaan api, katanya, pengelola basecamp juga diminta memberikan edukasi kepada para pendaki agar mempersiapkan perlengkapan dengan baik sebelum melakukan pendakian.

Mengingat suhu di kawasan puncak tetap dingin meskipun sedang musim kemarau, pendaki diimbau membawa pakaian hangat yang memadai sehingga tidak bergantung pada penggunaan api untuk menghangatkan tubuh.

Meskipun musim kemarau menghadirkan pemandangan pegunungan yang lebih cerah dan indah, kata dia, hampir seluruh vegetasi seperti ilalang dan semak belukar dalam kondisi kering. Situasi tersebut menyebabkan kawasan pegunungan menjadi sangat rentan terhadap kebakaran hutan apabila terdapat sumber api yang tidak terkendali.

Ia menyampaikan telah menjalin koordinasi dengan Perhutani dan pengelola basecamp pendakian guna memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan melalui pengawasan, sosialisasi, dan peningkatan kesadaran para pendaki.

Totok mengimbau masyarakat yang akan melakukan pendakian untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku di setiap basecamp, mengutamakan keselamatan, serta bersama-sama menjaga kelestarian kawasan hutan agar terhindar dari kebakaran selama musim kemarau.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.