Ribuan UMKM Terdampak Bencana Didorong Bangkit Lewat Pasar Digital
Jumat, 18 Sep 2026, 20:40 WIBJAKARTA â Digitalisasi mulai mengubah cara Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjalankan usaha, dari sekadar berjualan secara konvensional menjadi lebih terhubung dengan konsumen, platform digital, hingga sistem pembayaran.
Bagi pelaku UMKM, pemanfaatan teknologi bukan lagi sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi bagian penting untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, dan menjaga daya saing.
Namun, transformasi ini tetap membutuhkan kesiapan pelaku usaha agar digitalisasi benar-benar berdampak pada pertumbuhan bisnis.
Pemerintah melalui Kementerian UMKM bersama TikTok Shop by Tokopedia memfasilitasi 4.425 UMKM terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk memperluas akses pasar melalui landing page atau halaman web khusus UMKM Sumatera Bangkit.
Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindya mengatakan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan usaha dengan membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi UMKM terdampak bencana.
"Landing page ini memfasilitasi akses pemasaran dan digitalisasi agar UMKM lebih mudah mengenalkan produk dan mendapat akses pasar seluas-luasnya pascabencana," ujar Ari dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (18/9).
Kementerian UMKM menggelar sosialisasi melalui Klinik UMKM Bangkit di Pidie Jaya, Aceh, Kamis (17/9). Hingga 26 Agustus 2026, sebanyak 4.425 UMKM telah bergabung dalam landing page UMKM Sumatera Bangkit dengan 2.128 produk lokal yang ditampilkan.
Ari mengatakan keberadaan landing page menjadi salah satu layanan konkret Klinik UMKM Bangkit untuk membantu pelaku usaha terdampak bencana menjangkau konsumen yang lebih luas sekaligus meningkatkan peluang penjualan.
Menurut dia, pelaku UMKM terdampak bencana perlu memanfaatkan ekosistem digital dan perdagangan elektronik untuk memperluas pasar seiring perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan belanja daring.
Untuk bergabung, UMKM harus terdaftar melalui aplikasi SAPA UMKM, memiliki akun marketplace aktif, serta memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Produk yang dipasarkan juga harus merupakan produk lokal.
Selain pemasaran, Klinik UMKM Bangkit memberikan pendampingan terkait pembiayaan dan produksi. Tiga tenaga pendamping di setiap klinik membantu UMKM memperoleh akses relaksasi pinjaman dan modal, akses pasar, serta solusi bagi usaha yang produksinya terhenti akibat bencana.
Pendampingan dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana dan sebelumnya telah berlangsung di Banda Aceh, Medan, Padang, dan Pidie.
Pendampingan selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Tapanuli Tengah pada 22 September 2026.
Kementerian UMKM menyatakan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan platform digital tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan produksi serta mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi UMKM di wilayah terdampak bencana.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bupati Aep Syaepuloh Dorong SDM Karawang Kompeten agar Mudah Terserap Industri.
-
Pemkot Kembali Gelar Bandung Great Sale 2026
-
Arsenal Buktikan Diri Siap Pertahankan Gelar
-
Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai Ditunda, Pemprov DKI Minta Maaf
-
Harry Maguire Berharap Rashford Bertahan di Manchester United
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.