• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Ruang Laundry hingga Gudan...

Ruang Laundry hingga Gudang, Saatnya Menata Kembali Area Rumah yang Sering Terlupakan

Jumat, 18 Sep 2026, 20:52 WIB

JAKARTA — Sejumlah area di rumah sering kali tidak mendapat perhatian yang sama seperti ruang keluarga, kamar tidur, atau dapur. Padahal, ruang laundry, area penyimpanan, gudang kecil, hingga ruang utilitas menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari yang cukup sering digunakan.

Melalui konsep The Forgotten Rooms di Ikea Jakarta Garden City, Ikea Indonesia mengajak masyarakat melihat kembali fungsi ruang-ruang tersebut dengan memperhatikan aktivitas yang berlangsung di dalamnya, barang yang dibutuhkan, serta perpindahan aktivitas dari satu tahap ke tahap berikutnya.

Ket. Foto: Inspirasi penataan ruang laundry melalui konsep The Forgotten Rooms di Ikea Jakarta Garden City. Ruang laundry, gudang, hingga area bawah tangga kerap luput dari perhatian, padahal penataan berbasis aktivitas dapat membuat ruang tersebut jauh lebih fungsional. — Sumber: Ikea Indonesia

Home Furnishing & Competence Development Leader Ikea Indonesia, Ruth Panjaitan, mengatakan bahwa penataan rumah pada dasarnya berkaitan erat dengan kebiasaan penghuninya.

“Dari kunjungan kami ke berbagai rumah, kami melihat bahwa masyarakat sebenarnya sudah punya cara sendiri untuk mengatur rumah. Namun, dari situ kami juga bisa melihat bagian-bagian yang masih terasa merepotkan, misalnya ketika seseorang harus bolak-balik mengambil barang, memindahkannya, atau mencari tempat untuk menyimpannya,” ujar Ruth melalui keterangan tertulis pada hari Jumat (18/9).

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penataan rumah tidak hanya berkaitan dengan tempat menyimpan barang, tetapi juga bagaimana sebuah ruang dapat mendukung aktivitas penghuninya.

Pengamatan tersebut dilakukan Ikea melalui Home Visit Ikea dan wawasan yang dihimpun dalam Life at Home Report. Pendekatan tersebut digunakan untuk memahami bagaimana kebiasaan dan kebutuhan masyarakat memengaruhi cara sebuah rumah digunakan.

Melihat Alur Aktivitas di Ruang Laundry

Salah satu contoh ruang yang kerap dianggap sederhana adalah area laundry. Persoalan di ruang tersebut tidak selalu berkaitan dengan ukuran ruangan atau keberadaan mesin cuci.

Rangkaian aktivitas sebelum dan sesudah mencuci juga dapat memengaruhi kenyamanan penggunaan ruang. Pakaian perlu dikumpulkan dan dipilah, dicuci, dikeringkan, dilipat, kemudian disimpan kembali.

Jika tempat untuk menjalankan aktivitas tersebut tidak tertata dengan baik, pakaian dan perlengkapan laundry dapat berpindah-pindah sebelum akhirnya kembali ke tempat penyimpanan. Kondisi tersebut dapat membuat ruang terasa lebih merepotkan meskipun ukurannya tidak terlalu kecil.

Interior Design Leader Ikea Indonesia, M. Yusuf Attorik, mengatakan bahwa penataan ruang dapat dimulai dengan memahami aktivitas yang berlangsung di dalamnya.

“Ketika kita melihat barang, biasanya pertanyaannya ‘ini mau ditaruh di mana?’. Padahal kita bisa mulai dari pertanyaan lain: aktivitas apa yang dilakukan di sini, siapa yang menggunakannya, dan barang apa yang paling sering dibutuhkan?” jelas Torik.

Dengan pendekatan tersebut, penghuni dapat menentukan barang apa yang perlu ditempatkan dalam jangkauan, barang yang dapat disimpan lebih jauh, serta bagian ruang yang masih dapat dimanfaatkan.

Memanfaatkan Ruang Tanpa Memenuhi Semua Sudut

Cara tersebut tidak hanya dapat diterapkan di ruang laundry. Area penyimpanan di bawah tangga, garasi, gudang kecil, maupun sudut rumah juga dapat ditata berdasarkan aktivitas yang dilakukan di dalamnya.

Ketika kebutuhan penyimpanan bertambah, ruang vertikal, dinding, sudut ruangan, atau area di sekitar peralatan yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan. Pendekatan ini memungkinkan penghuni menambah kapasitas penyimpanan tanpa harus membuat ruang baru.

Namun, pemanfaatan ruang tidak berarti setiap sudut harus dipenuhi barang. Ruang untuk bergerak dan melakukan aktivitas tetap perlu diperhitungkan agar fungsi utama ruangan tidak terganggu.

Kebutuhan penyimpanan juga dapat berubah seiring perubahan aktivitas penghuni rumah. Karena itu, sistem penyimpanan yang fleksibel dapat membantu menyesuaikan ruang dengan perubahan jumlah maupun jenis barang.

Sejumlah sistem penyimpanan seperti BROR, IVAR, EKET, dan HYLLIS dapat digunakan untuk kebutuhan berbeda, tergantung karakter ruang, jenis barang yang disimpan, dan kebiasaan penggunanya.

Pada akhirnya, penataan ruang tidak memiliki satu pola yang berlaku untuk semua rumah. Memahami aktivitas yang berlangsung di sebuah ruang dapat menjadi langkah awal untuk menentukan solusi yang sesuai.

Pemanfaatan ruang vertikal, pengaturan kembali posisi barang, serta pemilihan sistem penyimpanan yang mudah dijangkau dapat membantu membuat area yang sebelumnya terasa penuh atau kurang terpakai menjadi lebih fungsional.

Konsep The Forgotten Rooms menunjukkan bahwa ruang yang sering luput dari perhatian sebenarnya memiliki peran dalam mendukung berbagai aktivitas sehari-hari. Dengan melihat kembali fungsi dan alur penggunaan ruang, penghuni dapat menyesuaikan penataannya dengan kebutuhan masing-masing rumah.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.