- Home
-
- Megapolitan
-
- Pemprov DKI Dinilai Ombuds...
Pemprov DKI Dinilai Ombudsman, Gubernur Pramono Incar Nol Maladministrasi
Jumat, 07 Agu 2026, 15:05 WIBJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Entry Meeting Penilaian Opini Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026 di Balai Kota Jakarta, Jumat (7/8). Penilaian yang dilakukan Ombudsman Republik Indonesia tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik agar semakin transparan, akuntabel, responsif, dan bebas dari praktik maladministrasi.
Dalam sambutannya, Pramono menegaskan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berintegritas menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang berkualitas juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta yang pada Triwulan II 2026 tercatat sebesar 5,52 persen secara tahunan dengan tingkat inflasi 2,5 persen.
"Pelayanan yang cepat, tepat, dan berintegritas turut berkontribusi menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi Jakarta yang pada Triwulan II 2026 mencapai 5,52 persen (year on year) dengan inflasi sebesar 2,5 persen," kata Pramono.
Pramono mengatakan kualitas pelayanan publik merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus memprioritaskan peningkatan layanan dasar, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menjadikan peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan, sebagai salah satu prioritas utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memutuskan garis ketidakberuntungan," ujarnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program, di antaranya Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), peningkatan fasilitas layanan kesehatan, hingga pembangunan rumah sakit berstandar internasional. Berbagai kebijakan itu turut mendukung capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta yang mencapai 85,05 pada 2025 atau tertinggi secara nasional.
Pramono menegaskan kualitas pelayanan publik tidak hanya diukur dari kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), tetapi juga dari tingkat kepuasan masyarakat. Menurutnya, kedua aspek tersebut harus berjalan seiring agar pelayanan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
"Sebagai pimpinan, saya berpandangan bahwa keduanya sama pentingnya. SOP harus dijalankan dengan baik sebagai bentuk tertib administrasi, tetapi pada saat yang sama pelayanan juga harus mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat," tegasnya.
Ia juga menyoroti peningkatan penggunaan transportasi publik sebagai salah satu indikator keberhasilan pelayanan pemerintah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dirilis pada 3 Agustus 2026, jumlah pengguna Transjakarta meningkat 14,99 persen, MRT Jakarta naik 17,57 persen, dan LRT Jakarta bertambah 26,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Capaian tersebut menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil berada pada jalur yang tepat. Kepuasan terbesar bagi kami adalah ketika prosedur dijalankan dengan baik dan masyarakat bersedia beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum," terangnya.
Pemprov DKI Jakarta juga terus memperkuat integrasi transportasi publik, termasuk melalui pengembangan layanan LRT Jakarta rute Kelapa GadingâManggarai yang akan segera beroperasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan transportasi bagi masyarakat.
Dalam Penilaian Opini Maladministrasi Tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta meraih nilai 90,11 dengan kategori Kualitas Pelayanan Sangat Baik. Delapan unit pelayanan publik memperoleh Opini Kualitas Tertinggi, sedangkan empat unit lainnya meraih Opini Kualitas Tinggi.
Pramono meminta seluruh perangkat daerah yang menjadi lokus penilaian tahun 2026 memberikan data dan informasi secara lengkap, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga menekankan pentingnya penguatan pengendalian internal agar potensi maladministrasi dapat dicegah sejak dini.
"Setiap masukan, koreksi, dan hasil pengawasan dari Ombudsman harus dijadikan bahan perbaikan kebijakan dan tata kelola agar persoalan pelayanan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat. Mari kita wujudkan pelayanan publik Jakarta menuju kualitas tertinggi tanpa maladministrasi," ungkapnya.
Pramono turut menyampaikan apresiasi kepada Ombudsman RI dan Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya atas pengawasan serta pendampingan yang selama ini diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta.
"Terima kasih saya sampaikan kepada jajaran Ombudsman RI dan Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya atas pengawasan dan pendampingan yang terus diberikan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk memastikan pelayanan publik di Kota Jakarta semakin mudah diakses, transparan, responsif, dan bebas dari maladministrasi," paparnya.
Sementara itu, Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin menilai kualitas pelayanan publik Pemprov DKI Jakarta telah menunjukkan hasil yang sangat baik dan menjadi salah satu yang tertinggi di tingkat provinsi. Namun, ia mengingatkan perkembangan layanan digital menuntut seluruh organisasi perangkat daerah semakin cepat merespons keluhan maupun potensi persoalan pelayanan publik.
"Oleh karena itu, kami berharap capaian yang sudah baik ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. Seluruh OPD harus mampu mengantisipasi setiap potensi persoalan pelayanan publik sehingga kepercayaan masyarakat terus terjaga," ujar Fikri.
Kegiatan Entry Meeting tersebut merupakan bagian dari tahapan Penilaian Opini Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026 yang dilakukan Ombudsman RI terhadap kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Pada kesempatan itu, Gubernur Pramono juga menyerahkan penghargaan Unit dengan Opini Kualitas Tertinggi Penilaian Maladministrasi Tahun 2025 kepada Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, dan SMPN 216 Jakarta.
- Pelayanan Publik
- Maladministrasi
- Pemprov DKI Jakarta
- KJP Plus
- KJMU
- Gubernur DKI Pramono Anung
- Ombudsman
- Jakarta Kota Global
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Jakarta Robotic Games Jadi Agenda Tahunan, Gubernur Pramono: Cetak Talenta AI
-
Pemprov DKI Resmikan LRT Jakarta Velodrome-Manggarai pada Agustus 2026
-
Jakarta IP Market 2026 Resmi Dibuka, Dorong IP Lokal Tembus Global
-
Color of Jakarta 2026: Gubernur Pramono Janjikan Transportasi Gratis 5 Hari di HUT 500 Jakarta
-
Buka JEFF 2026 di Balai Kota, Gubernur Pramono Anung Terima Rekor MURI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.