Presiden FIA Dukung Argentina Kembali ke Kalender Formula 1 dan WRC
Kamis, 03 Sep 2026, 00:34 WIBBUENOS AIRES â Presiden Federasi Otomotif Internasional (FIA), Mohammed Ben Sulayem, menyatakan dukungannya terhadap upaya Argentina untuk kembali menjadi tuan rumah balapan Formula 1 (F1) dan Kejuaraan Reli Dunia (WRC).
Dukungan tersebut disampaikan Ben Sulayem setelah bertemu dengan Presiden Argentina Javier Milei di Buenos Aires, dalam rangka Kongres FIA kawasan Amerika yang berlangsung hingga Rabu.
Berbicara kepada jaringan berita A24, Ben Sulayem menilai Argentina memiliki sejarah panjang dan rekam jejak kuat dalam dunia motorsport. Karena itu, ia terbuka untuk mendukung rencana mengembalikan salah satu ajang balap paling bergengsi dunia tersebut ke Negeri Tango.
âSaya akan mendukung inisiatif untuk menghadirkan balapan F1 atau Kejuaraan Reli Dunia di Argentina,â kata Ben Sulayem.
Menurut dia, sebuah negara harus memiliki sejumlah faktor penting agar layak menjadi tuan rumah balapan internasional secara berkelanjutan. Selain kesiapan sirkuit, diperlukan kemauan politik, investasi, basis penggemar, serta dukungan pemerintah.
âKita perlu mengembangkan tempat-tempat yang dapat menggelar balapan secara berkelanjutan. Harus ada kemauan, investasi, penggemar, serta dukungan pemerintah agar hal itu bisa terwujud,â ujarnya.
Namun, Ben Sulayem mengingatkan bahwa peluang Argentina kembali ke kalender F1 tidak hanya ditentukan oleh faktor sejarah atau emosional. Ada pertimbangan bisnis dan keterbatasan jumlah seri yang harus diperhitungkan.
âDi luar aspek emosional, ada juga sisi rasional ketika berbicara mengenai kalender F1. Apakah Argentina layak mendapatkannya? Ya, tetapi ada proses yang harus dilalui, ada rencana bisnis, dan jumlah slot yang tersedia terbatas. Jika Argentina masuk, berarti ada negara lain yang harus keluar,â kata dia.
Argentina saat ini memiliki satu pembalap yang berlaga di Formula 1, yakni Franco Colapinto, yang memperkuat Alpine, tim yang dimiliki Renault.
Kehadiran Colapinto menjadi salah satu modal penting bagi Argentina untuk membangun kembali antusiasme publik terhadap F1. Negara tersebut juga memiliki sejarah panjang di ajang tersebut.
Argentina pernah menjadi rumah bagi Juan Manuel Fangio, juara dunia lima kali pada era 1950-an. Selain itu, ada pula Carlos Reutemann, pemenang sejumlah balapan F1 sekaligus runner-up kejuaraan dunia 1981.
Namun, Argentina sudah cukup lama absen dari kalender Formula 1. Balapan terakhir di negara tersebut berlangsung pada 1998.
Di ajang reli, Argentina juga memiliki tradisi kuat. Rally Argentina terakhir kali menjadi bagian dari kalender Kejuaraan Reli Dunia pada 2019.
Kalender Formula 1 saat ini terdiri dari maksimal 24 seri, dan Stefano Domenicali selaku CEO Formula 1 telah menyatakan jumlah tersebut tidak akan ditambah.
Formula 1 berada di bawah kendali komersial Liberty Media, dengan Domenicali memimpin pengelolaan bisnis dan penyusunan kalender. Sementara FIA bertindak sebagai badan pengatur olahraga yang bertanggung jawab atas aspek regulasi dan teknis kompetisi.
Tahun ini, jumlah seri berpotensi lebih sedikit akibat situasi konflik di Timur Tengah. Namun, persaingan untuk mendapatkan tempat di kalender F1 tetap sangat ketat.
Saat ini, Brasil menjadi satu-satunya negara Amerika Selatan yang menggelar F1 melalui Grand Prix Sao Paulo di Sirkuit Interlagos.
Presiden Milei sebelumnya telah menyatakan keinginannya untuk mendorong kembalinya Formula 1 ke Argentina. Di sisi lain, F1 juga tengah mempertimbangkan kemungkinan menggelar balapan kembali di Afrika, sementara sejumlah negara lain juga berlomba mendapatkan tempat dalam kalender.
Salah satu langkah konkret Argentina adalah renovasi Oscar and Juan Galvez Autodrome di Buenos Aires.
Sirkuit legendaris tersebut telah menjalani renovasi sejak awal tahun dengan tujuan memperoleh Grade 1 dari FIA. Status tersebut merupakan persyaratan utama agar sebuah sirkuit dapat menggelar ajang Formula 1 dan balapan internasional kelas tertinggi lainnya.
Jika proses renovasi dan peningkatan fasilitas berjalan sesuai rencana, Buenos Aires akan memiliki salah satu modal terpenting untuk menghidupkan kembali ambisi Argentina menjadi tuan rumah F1.
Dukungan Ben Sulayem menjadi sinyal positif. Namun, jalan menuju kalender Formula 1 masih panjang. Argentina tidak hanya harus membuktikan kesiapan sirkuit, tetapi juga menunjukkan kelayakan finansial, dukungan pemerintah, serta model bisnis yang mampu menjamin penyelenggaraan balapan secara berkelanjutan.
Berita Terkait:
-
Departemen Manajemen FEB UI Melatih Tata Kelola dan Keuangan bagi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
-
Terungkap! Cara Konglomerat Nikmati 40% Subsidi Pemerintah Lewat Beras
-
Kisah Ali Muhtar, Mantan Karyawan Supermarket yang Bangun PAUD dari Uang Pesangon.
-
Timnas Indonesia Memang Menang, Tapi Permainan Belum Rapi
-
Percepat Penanganan TBC, Wamendagri Minta Pemda Riau Bentuk Desa Siaga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.