Bupati Tanjabtim Instruksikan Seluruh Camat Siaga dan Tak Tinggalkan Wilayah Saat Ancaman Karhutla.

Minggu, 02 Agu 2026, 20:42 WIB

Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi Dillah Hikmah Sari menginstruksikan seluruh camat agar siaga dan jangan meninggalkan wilayah selama ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berlangsung di wilayah tersebut.

"Saya instruksikan seluruh camat tidak meninggalkan wilayah, tetap siaga penuh, melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini. Pastikan seluruh potensi kebakaran dapat diantisipasi sebelum terjadi," kata Dillah di Jambi, Minggu.

Ket. Foto: Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur Dillah Hikmah Sari . — Sumber: Antara Foto

Menurut dia, perintah tersebut merupakan langkah antisipatif mengingat karakteristik wilayah Tanjabtim yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.

Selain kawasan permukiman pesisir yang padat dan masih didominasi rumah berbahan kayu, sekitar 62 persen wilayahnya merupakan lahan rawa gambut yang sangat rentan terbakar pada musim kemarau.

Potensi tersebut semakin meningkat dengan masih tingginya aktivitas perkebunan, perladangan, persawahan, hingga pembukaan lahan baru yang berisiko memicu kebakaran apabila tidak diawasi secara ketat.

Selain itu, bupati juga memerintahkan seluruh camat di 11 kecamatan segera memeriksa kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di wilayah masing-masing.

"Kelengkapan seperti bagaimana sumber air, personel, serta sistem komunikasi harus dipastikan siap digunakan sewaktu-waktu," tegasnya.

Tak hanya itu, koordinasi lintas sektor diminta semakin diperkuat, camat juga diwajibkan membangun sinergi aktif bersama kepala desa dan lurah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, regu pemadam kebakaran, serta masyarakat peduli api (MPA) untuk memperkuat patroli, deteksi dini, dan respons cepat terhadap setiap laporan munculnya titik api.

Lanjut dia, keberhasilan menghadapi musim kemarau tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memadamkan api, tetapi juga oleh kesigapan seluruh aparat dalam mencegah kebakaran sejak awal.

"Pencegahan adalah kunci, jangan sampai kita terlambat bertindak. Keselamatan masyarakat, perlindungan permukiman, lahan produktif, dan kelestarian lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama," tutupnya.

Sementara itu, satuan tugas (Satgas) karhutla Provinsi Jambi telah mendirikan 81 posko guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lawan di kawasan rawan, yang akan ditempati lintas sektor, mulai dari personel TNI/Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, dan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kehadiran posko itu memiliki fungsi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan, sekaligus menjadi garda terdepan dalam melaporkan temuan titik api di lapangan. Setiap posko diperkuat 10 personel berikut perlengkapannya.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.