Menanti Data Ekonomi, 30 Juni 2026

Selasa, 30 Jun 2026, 08:15 WIB

JAKARTA – Pergerakan rupiah diperkirakan masih ber­ada dalam fase fluktuatif seiring sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis sejumlah data ekonomi domestik serta dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah. Sen­timen tersebut berpotensi memengaruhi arus modal asing dan preferensi investor terhadap aset berisiko.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi melihat investor akan mencermati sejumlah indikator eko­nomi domestik menjelang awal Juli, terutama data neraca perdagangan Indonesia dan inflasi. Keduanya bakal men­jadi acuan pasar dalam menilai kondisi fundamental eko­nomi dan arah pergerakan rupiah.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terha­dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (30/6), bergerak fluktuatif di kisaran 17.800-17.860 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Senin (29/6) sore, menguat 71 poin atau 0,40 persen dari akhir pekan lalu menjadi 17.851 rupiah per dollar AS. “Penguatan rupiah dipicu respons atas laporan AS dan Iran akan saling menahan diri setelah sempat memanas beberapa hari terakhir,” ujar Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong.

Dia menambahkan rupiah dan mata uang regional mau­pun utama dunia umumnya menguat terhadap dollar AS me­respons laporan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran akan menahan diri dan melakukan pembicaraan sesuai rencana.

Mengutip Anadolu, Iran mengecam serangan AS terha­dap sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatannya dan menuduh Washington melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta pakta yang baru ditandata­ngani untuk mengakhiri perang. Iran kemudian merespons dengan menghancurkan delapan fasilitas militer AS di Ku­wait dan Bahrain melalui serangkaian serangan rudal dan drone.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.