IDAI Ingatkan Orang Tua: Anak Perlu Vaksin Influenza Setiap Tahun, Ini Alasannya
Selasa, 22 Sep 2026, 04:01 WIBJAKARTA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksinasi influenza setiap tahun bagi anak mulai usia enam bulan sebagai salah satu upaya mengurangi risiko infeksi serta keparahan penyakit dan komplikasinya.
âVaksinasi influenza harus diberikan setiap tahun karena virus influenza terus berevolusi melalui antigenic drift dan antigenic shift. Vaksin tahun ini dirancang untuk mencocokkan strain yang diprediksi akan bersirkulasi,â kata Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropis IDAI Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp IPT(K) dalam keterangan resmi yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Anggraini mengatakan bahwa vaksinasi influenza pada anak juga dapat memberikan perlindungan kepada anggota keluarga lain, terutama bayi berusia di bawah enam bulan yang belum dapat divaksinasi.
Vaksin influenza tersedia dalam bentuk inaktif trivalen atau kuadrivalen serta vaksin hidup intranasal untuk usia 2â49 tahun dengan kondisi sehat. Manfaat lainnya yakni dapat mengurangi risiko infeksi 40 hingga 60 persen serta mengurangi keparahan penyakit dan komplikasi.
Rekomendasi vaksinasi tersebut disampaikan di tengah meningkatnya aktivitas influenza di zona transmisi Asia Tenggara. Berdasarkan data milik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dipublikasikan melalui "WHO Western Pacific Region" periode 1 September 2025 hingga 30 Agustus 2026, aktivitas influenza di kawasan tersebut terus meningkat.
Di Indonesia, pemantauan sentinel menunjukkan fluktuasi positif influenza sepanjang tahun dengan puncak pada akhir 2025 dan lonjakan kembali pada pertengahan 2026.
Kementerian Kesehatan RI juga mengumumkan subtipe Influenza A H3N2 subklad K telah terdeteksi di 13 provinsi. Lonjakan pasien turut dilaporkan terjadi di Jawa Timur.
Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI DR Dr Hikari Ambara Sjakti, Sp.A, Subsp H.Onk(K) mengatakan anak merupakan kelompok yang rentan terhadap infeksi influenza.
âData global menunjukkan bahwa anak usia 0â17 tahun memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami infeksi influenza simtomatik dibandingkan orang dewasa,â ujar Hikari.
Ia menjelaskan sistem imun anak masih naif sehingga tubuh mereka belum cukup kuat untuk segera mengendalikan dampak infeksi virus. Anak juga cenderung melepaskan virus dalam jumlah lebih banyak dan lebih lama sehingga berpotensi menjadi sumber penularan di lingkungan keluarga dan sekolah.
Data IDAI menunjukkan sekitar lima persen anak yang terinfeksi influenza memerlukan rawat inap. Sebanyak 80 persen di antaranya merupakan anak di bawah usia dua tahun, dengan 50 persen berusia kurang dari enam bulan.
Selain vaksinasi, IDAI mengingatkan penerapan langkah pencegahan seperti mencuci tangan, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta tidak membawa anak yang sakit ke sekolah atau tempat bermain sampai benar-benar pulih.
Anak sendiri diketahui dapat menularkan virus influenza sejak 24 jam sebelum gejala muncul hingga 10 hari setelahnya. Oleh karenanya, pada anak yang terinfeksi IDAI merekomendasikan istirahat cukup, hidrasi adekuat, serta pemberian obat penurun demam sesuai indikasi.
Pada pasien berisiko tinggi atau dengan gejala berat, obat sesuai resep dokter dapat diberikan dengan dosis berdasarkan usia dan berat badan, idealnya dalam 48 jam pertama.
IDAI juga mengingatkan orang tua untuk mewaspadai tanda bahaya seperti sesak napas, demam tinggi yang tidak turun, penurunan kesadaran, atau dehidrasi dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
IHSG Tertekan di Awal Pekan! Senin Dibuka Turun ke Level 6.511
-
Pendapatan Naik 2 Kali Lipat dalam 5 Tahun, BAg Kian Kuat Jadi Tulang Punggung Energi PLN
-
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polri Perkuat Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat.
-
Posyandu Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Kolaka
-
Waduh! Rizky Ridho Dicoret dari Timnas Indonesia?, PSSI Bilang Hal Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.