Pertama Kali Keluar dari Paris, Ballon d'Or 2026 Pilih London Jadi Tuan Rumah

Senin, 01 Jun 2026, 20:15 WIB

JAKARTA - Penghargaan Ballon d'Or 2026 akan mencatat sejarah baru setelah penyelenggara resmi menetapkan London sebagai tuan rumah acara yang akan berlangsung pada 26 Oktober 2026. Keputusan tersebut sekaligus menandai peringatan 70 tahun penghargaan individu paling prestisius dalam dunia sepak bola yang pertama kali diberikan pada 1956.

Penyelenggaraan di London menjadi kali pertama dalam sejarah Ballon d'Or digelar di luar Paris sebagai lokasi tradisional acara tersebut. France Football dan UEFA menyatakan pemilihan ibu kota Inggris memiliki nilai simbolis yang kuat karena penerima Ballon d'Or pertama pada 1956 adalah legenda sepak bola Inggris, Sir Stanley Matthews.

Ket. Foto: Penghargaan Ballon d'Or 2026 akan mencatat sejarah baru setelah penyelenggara resmi menetapkan London sebagai tuan rumah acara yang akan berlangsung pada 26 Oktober 2026. Keputusan tersebut sekaligus menandai peringatan 70 tahun penghargaan individu paling prestisius dalam dunia sepak bola yang pertama kali diberikan pada 1956. — Sumber: ANTARA

Sejak didirikan tujuh dekade lalu, Ballon d'Or telah menjadi penghargaan tertinggi bagi pemain sepak bola dunia. Sejumlah nama besar seperti Johan Cruyff, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo hingga para pemain terbaik dari berbagai generasi pernah mengangkat trofi bergengsi tersebut.

"Keputusan membawa Ballon d'Or ke London menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-70 penghargaan sekaligus penghormatan terhadap sejarah sepak bola Inggris," demikian disampaikan penyelenggara dalam keterangan resminya.

Perubahan lokasi ini juga mencerminkan transformasi Ballon d'Or yang semakin berorientasi global setelah UEFA bergabung sebagai mitra penyelenggara bersama France Football sejak 2024. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperluas daya tarik penghargaan yang selama ini identik dengan Paris dan menjadikannya sebagai perayaan sepak bola dunia yang lebih inklusif.

Persaingan Ballon d'Or 2026 diperkirakan akan berlangsung lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya karena bertepatan dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Penampilan para pemain di ajang sepak bola terbesar dunia itu diyakini akan menjadi faktor penting dalam menentukan siapa yang berhak membawa pulang penghargaan individu paling bergengsi tersebut.

Sejarah menunjukkan bahwa Piala Dunia kerap memengaruhi hasil pemungutan suara Ballon d'Or. Fabio Cannavaro meraih penghargaan pada 2006 setelah membawa Italia menjadi juara dunia, sementara Luka Modric sukses memenangkannya pada 2018 usai mengantar Kroasia mencapai final Piala Dunia.

"Piala Dunia selalu memiliki dampak besar terhadap penilaian Ballon d'Or, terutama ketika persaingan antarpemain berlangsung sangat ketat," ujar sejumlah pengamat sepak bola yang menilai turnamen tersebut dapat mengubah peta persaingan secara signifikan.

Beberapa nama seperti Harry Kane, Lamine Yamal, dan peraih Ballon d'Or terbaru Ousmane Dembele mulai disebut sebagai kandidat kuat untuk edisi 2026. Namun, performa impresif pemain lain di Piala Dunia berpotensi menghadirkan kejutan dan mengubah daftar favorit menjelang malam penganugerahan di London.

Kategori pemain putri juga diprediksi menghadirkan persaingan sengit dengan sejumlah bintang sepak bola wanita dunia yang terus menunjukkan perkembangan pesat. Pemegang gelar saat ini, Aitana Bonmati, diperkirakan akan menghadapi tantangan berat dari para rivalnya yang tampil menonjol sepanjang musim dan di turnamen internasional mendatang.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.