BPDAS Mahakam Berau Dorong Rehabilitasi Mangrove Terpadu untuk Jaga Lingkungan Pesisir.

Sabtu, 01 Agu 2026, 00:20 WIB

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mahakam Berau menyatakan rehabilitasi mangrove perlu dilakukan secara terpadu dengan melindungi habitat yang ada, memulihkan kawasan, serta melibatkan berbagai pihak agar manfaat ekologis dan sosial ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan.

"Rehabilitasi bukan hanya memulihkan, tapi juga melindungi habitat yang masih ada," kata Pelaksana Tugas Kepala BPDAS Mahakam Berau Indi Hendraswari dalam kegiatan "Potret dan Transformasi Mangrove Kalimantan Timur Bersama M4CR" di Samarinda, Kamis.
Menurut dia, pendekatan tersebut diperlukan karena Kalimantan Timur kehilangan sekitar 102.040 hektare atau 36,6 persen tutupan mangrove sepanjang 1994 hingga 2024.

Ket. Foto: Pelaksana Tugas Kepala BPDAS Mahakam Berau Indi Hendraswari dalam kegiatan "Potret dan Transformasi Mangrove Kalimantan Timur Bersama Mangroves for Coastal Resilience (M4CR). — Sumber: Koran Jakarta/M.Fachri

Ia menjelaskan jika semak belukar bekas tambak yang terbengkalai turut diperhitungkan, kontribusi aktivitas pertambakan terhadap deforestasi mangrove mencapai sekitar 91 persen dalam tiga dekade terakhir.

Indi mengatakan alih fungsi lahan menjadi tambak, keberadaan tambak yang terbengkalai, perkebunan sawit, abrasi, sedimentasi, serta gelombang dan arus yang merusak tanggul menjadi sejumlah faktor yang memicu hilangnya tutupan mangrove di Kalimantan Timur.
Selain itu, pengalaman rehabilitasi pada masa lalu juga menunjukkan bahwa pemulihan mangrove tidak selalu berhasil akibat penggunaan jenis bibit yang kurang sesuai serta pendekatan yang masih berorientasi pada proyek.

20260731235354_Koran-Jakarta_M.Fachri.jpg

Foto: Koran Jakarta/M.Fachri

Berdasarkan data yang dipaparkan, Kalimantan Timur memiliki ekosistem mangrove seluas 240.929 hektare yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota. Data tersebut juga menunjukkan sekitar 58.116 hektare mangrove memerlukan rehabilitasi.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama para pemangku kepentingan menjalankan program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).

Program tersebut mencakup rehabilitasi mangrove, penguatan tata kelola, pelibatan masyarakat, serta pengembangan model tambak ramah lingkungan melalui smart silvofishery.

Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) mencatatkan capaian signifikan dalam pemulihan ekosistem pesisir di Kalimantan Timur (Kaltim). Sepanjang periode 2024 hingga 2026, program rehabilitasi ini berhasil merehabilitasi lahan mangrove seluas 6.120 hektar di wilayah Kalimantan Timur.

M4CR merupakan inisiatif strategis nasional yang bertujuan mengatasi degradasi ekosistem mangrove di Indonesia melalui rehabilitasi skala besar berbasis komunitas dan keberlanjutan lingkungan. Program ini menargetkan pemulihan luasan hingga 32.634 hektare sampai tahun 2027 yang tersebar di empat provinsi prioritas, yaitu Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

M4CR dikelola oleh Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH), bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), serta pemerintah daerah, dengan dukungan pendanaan dari World Bank. Dalam kurun waktu tiga tahun pelaksanaan di Kalimantan Timur, rincian luasan penanaman tercatat sebanyak 4.445 hektar pada tahun 2024, 499 hektar pada tahun 2025, dan 1.176 hektar pada tahun 2026.

  • BPDAS Mahakam Berau

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.