- Home
-
- Luar Negeri
-
- 39 Persen Warga AS Percaya...
39 Persen Warga AS Percaya AI Lebih Banyak Timbulkan kerugian
Jumat, 31 Jul 2026, 20:10 WIBWASHINGTON Â - Jajak pendapat yang dilakukan Bentley University dan Gallup mengungkapkan bahwa 39 persen warga AS percaya kecerdasan buatan (AI) lebih banyak menimbulkan kerugian daripada manfaatnya, meningkat dari 31 persen pada 2025.
Pada saat yang sama, 9 persen responden mengatakan AI lebih banyak memberikan manfaat daripada kerugian, sementara 52 persen melihat jumlah manfaat dan kerugian teknologi tersebut sama, menurut hasil jajak pendapat yang dirilis pada Selasa.
Sikap pesimistis tersebut terutama terlihat di kalangan warga Amerika yang lebih muda, dengan 47 persen responden berusia 18 hingga 29 tahun mengatakan bahwa AI lebih berbahaya daripada manfaatnya.
Persentase tersebut meningkat signifikan dari 36 persen pada 2025, menurut jajak pendapat itu.
Selain itu, 79 persen warga AS memperkirakan AI akan mengurangi jumlah total lapangan kerja, dengan hanya 6 persen yang berpendapat sebaliknya.
Selain itu, hanya 27 persen responden yang percaya bahwa bisnis atau dunia usaha menggunakan AI secara bertanggung jawab, dengan 3 persen menyatakan "sangat" percaya dan 24 persen "agak" percaya, ungkap jajak pendapat tersebut lebih lanjut.
Survei tersebut dilakukan dari 4-11 Mei.
- kecerdasan buatan (AI)
- Warga AS
- Percaya
- Timbulkan Kerugian
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Amartha Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial bagi UMKM dan Ekonomi Akar Rumput
-
Pemerintah Percepat Ekosistem AI dan Data Center untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi
-
Perusahaan Dituntut Perkuat SDM Berbasis Teknologi untuk Hadapi Disrupsi
-
Infrastruktur Siap AI Penting untuk Dorong Ekonomi Digital Indonesia
-
Mempercepat Penataan Drainase Simpang Lima untuk Mencegah Banjir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.