Keran Modal Dibuka Lebar, Startup Ekraf Didorong Naik Kelas
Selasa, 22 Sep 2026, 18:50 WIBJAKARTA â Perkembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu ruang strategis untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru berbasis kreativitas, inovasi, dan kekayaan budaya.
Penguatan ekosistem dari sisi talenta, akses pembiayaan, teknologi hingga pasar diperlukan agar pelaku ekonomi kreatif tidak hanya mampu menghasilkan karya, tetapi juga mengubah kreativitas menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperluas akses pendanaan non-perbankan bagi pegiat startup bidang ekonomi kreatif untuk mendorong pegiat ekonomi kreatif dari berbagai daerah berkembang dan naik kelas.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan kolaborasi yang dilakukan dengan Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) untuk membangun ekosistem pembiayaan yang berkelanjutan untuk mendorong ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
âPotensi kreativitas, inovasi dan kekuatan budaya Indonesia harus didukung dengan ekosistem yang lengkap, termasuk akses pendanaan dan investasi sehingga para pegiat ekraf dapat lebih berkembang secara berkelanjutan,â kata Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (22/9).
Riefky mengatakan Kementerian Ekraf fokus mendorong bagi para pegiat ekonomi kreatif yang sudah berdaya untuk dapat naik kelas menjadi perusahaan nasional bahkan berskala global.
Kolaborasi dengan Amvesindo membuka peluang semakin banyak pegiat ekraf untuk mendapatkan akses modal serta memperluas ekspansi bisnis secara luas.
Bersama Amvesindo, Menekraf membahas beragam tantangan kritis serta penurunan pendanaan yang dihadapi oleh ekosistem startup digital di tanah air. Kolaborasi ini juga membicarakan mengenai usulan insentif fiskal dan non-fiskal, kemudahan perizinan, serta komitmen modal ventura sebagai mitra utama pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Peluang kolaborasi strategis juga mencakup keberlanjutan pendanaan, matchmaking, pendampingan bisnis, perluasan jejaring pasar, serta sinergi pemerintah dan organisasi bisnis guna mempercepat akses pelatihan dan pasar global.
âKolaborasi yang sudah berjalan tidak boleh berhenti pada acara, seminar dan pitching saja. Serta permasalahan inti yang perlu kita urai bersama harus segera dibuatkan strategi dan timeline koordinasi lebih lanjut dengan deputi terkait,â tegas Menteri Ekraf.
Ketua Amvesindo Eddi Danusaputro menyampaikan bahwa industri modal ventura semakin memperhatikan sektor bernilai tambah tinggi dan startup dengan jalur pertumbuhan serta profitabilitas yang lebih jelas.
Saat ini, Amvesindo juga telah mengembangkan Startup Maturation Map, yaitu asesmen mandiri yang melihat kematangan startup dari aspek tata kelola, SDM dan budaya, integritas keuangan, risiko dan kepatuhan serta teknologi dan infrastruktur.
Ia pun berharap sinergi dengan pemerintah akan membuka lebih banyak peluang usaha, lapangan kerja, dan karya anak bangsa untuk tumbuh dan mendunia.âââââââ
Amvesindo merupakan wadah resmi perusahaan modal ventura yang didirikan pada 13 Mei 2016 dan diakui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Organisasi ini berperan sebagai pusat kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekosistem startup nasional melalui penguatan akses pendanaan, pendampingan usaha, serta pengembangan kebijakan investasi dan inovasi.
- ekraf
- Investasi Startup
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Truk Tronton Tabrak Pejalan Kaki, DPRD Ambon Minta Penegakan Jam Operasional
-
Baznas Salurkan 250 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga di Trenggalek
-
Pemerintah Daerah Diminta Proaktif Ambil Bagian dalam Menjaga Kestabilan Harga Pangan
-
Pertanian Modern Masuk Natuna, Kementan Bidik Lonjakan Produksi Padi
-
KKP Gagalkan Penyelundupan! 21 Penyu Hijau Dilepasliarkan di Pantai Bali
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.