Foto: BMKG Jayapura Catat 1.862 Titik Api Terdeteksi di Tanah Papua.

BMKG Wilayah V Jayapura mencatat ada 1.862 titik api yang terpantau berada di enam provinsi di Tanah Papua. Dari jumlah tersebut tercatat 97 titik api masuk dalam kategori tingkat kepercayaan tinggi, 1.719 titik api dengan tingkat kepercayaan sedang dan 46 titik api dikategorikan tingkat kepercayaan rendah. Prakirawan BMKG Jayapura Arif Pradana kepada Antara, Selasa di Jayapura mengatakan, dari 42 kabupaten dan kota yang berada di enam provinsi di Tanah Papua, tercatat titik api terbanyak di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, sebanyak 849 titik api dengan tingkat kepercayaan sedang sebanyak 809 titik, tinggi 31 titik dan sembilan titik dengan tingkat kepercayaan rendah. Kemudian di Kabupaten Kaimana 281 titik api, Fakfak 219 titik api dan Teluk Bintuni tercatat 111 titik api. Ketiga kabupaten itu berada di Provinsi Papua Barat. "Untuk kabupaten dan kota lainnya, jumlahnya titik api yang terpantau dibawah ke empat kabupaten, bahkan 13 kabupaten lainnya dilaporkan tidak terdapat titik api," kata Arif. Menurutnya, dari hasil monitoring atmosfer dan laut, nilai Southern Oscillation Index (SOI) tercatat sebesar -19.8 dan indeks Nino 3.4 sebesar +2.53. Nilai tersebut menunjukkan adanya indikasi El-Nino yang saat ini masih aktif dimana El-Nino mulai aktif sejak bulan Mei dan di bulan September telah mencapai intensitas sangat kuat, dan diprediksi akan bertahan hingga awal tahun 2027. Kondisi ini dapat menyebabkan berkurangnya curah hujan di sebagian wilayah Papua, sementara puncak musim kemarau di prediksi akan berlangsung selama bulan Juli hingga September mendatang.

Doc. Foto: Antara Foto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.