- Home
-
- Megapolitan
-
- Pemilihan Sekolah untuk Pe...
Pemilihan Sekolah untuk Percontohan Pengembangan Urban Farming
Rabu, 29 Jul 2026, 22:27 WIBJakarta - Pemerintah Kota Jakarta Timur akan memilih satu sekolah di setiap kecamatan sebagai lokasi percontohan pengembangan pertanian perkotaan (urban farming) guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekolah sebagai sarana pembelajaran, budidaya pangan, dan peningkatan kepedulian terhadap lingkungan.
"Kami juga akan memilih lokasi unggulan di setiap kecamatan untuk dijadikan percontohan pemanfaatan lahan sekolah secara optimal. Program tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui pendampingan dan penyuluhan," kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur Taufik Yulianto di Jakarta, Rabu.
Sekolah yang terpilih nantinya akan menjadi contoh pemanfaatan lahan sekolah secara optimal untuk kegiatan pertanian, perikanan, hingga pengolahan hasil.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Jakarta Timur melalui Suku Dinas KPKP untuk mendorong pemanfaatan lahan di lingkungan pendidikan sebagai ruang kegiatan produktif bagi peserta didik.
Taufik menyebut, pihaknya telah melakukan inventarisasi terhadap sekolah-sekolah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lokasi urban farming.
Menurut Taufik, inventarisasi diperlukan untuk melihat potensi dan kebutuhan masing-masing sekolah sebelum ditetapkan sebagai lokasi percontohan. Sekolah yang dinilai memiliki kesiapan dan potensi akan menjadi bagian dari pengembangan urban farming di Jakarta Timur.
"Kami berharap kehadiran kami di sekolah-sekolah dapat memberikan kontribusi yang positif, baik untuk siswa, komite, kepala sekolah maupun masyarakat sekitar, terutama dalam memanfaatkan lahan-lahan yang ada di sekolah untuk kegiatan pertanian, perikanan, dan pengolahan hasil," ucap Taufik.
Lebih lanjut, Taufik menyebut, pengembangan urban farming juga bisa menjadi sarana pembelajaran sekaligus kegiatan positif bagi siswa di luar pendidikan formal.
Melalui kegiatan urban farming, peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung dalam memanfaatkan lahan, melakukan budidaya, mengenal proses produksi pangan, hingga memahami pengelolaan hasil. Kegiatan tersebut juga dapat mendorong kepedulian siswa terhadap lingkungan.
Untuk memastikan program berjalan sesuai kebutuhan sekolah, Sudin KPKP Jakarta Timur telah menghimpun berbagai masukan dari satuan pendidikan. Sejumlah kebutuhan yang disampaikan sekolah antara lain berkaitan dengan teknologi budidaya, peningkatan pemasaran hasil, serta penguatan kapasitas guru dan siswa.
Masukan tersebut menjadi bahan dalam menyiapkan pola pendampingan bagi sekolah. Dengan demikian, pengembangan urban farming tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi dapat terus berjalan dan berkembang sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah.
Taufik mengaku, pihaknya sebelumnya juga telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan sekolah, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan media. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi serta workshop yang diikuti seluruh sekolah di Jakarta Timur.
"Alhamdulillah, antusiasme sekolah sangat positif. Kami berharap ini menjadi langkah awal yang baik," ujar Taufik.
- Urban Farming
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jazz Gunung 2026 Dapat Memperkuat Daya Tarik Wisata Pegunungan
-
Bazar urban farming Jakarta Selatan
-
Bapanas Desak Pemda Turun Tangan: Penyelamatan Pangan Tak Bisa Jalan Sendiri
-
Dukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan, JAPFA Tampilkan Inovasi Daur Ulang Air dan Ekonomi Sirkular di INVIROTECH 2026.
-
Urban Farming Hapus Citra Bertani Itu Kotor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.