Dukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan, JAPFA Tampilkan Inovasi Daur Ulang Air dan Ekonomi Sirkular di INVIROTECH 2026.

Rabu, 17 Jun 2026, 12:16 WIB

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) berpartisipasi dalam Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo & Conference 2026 (INVIROTECH) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Pada pameran yang berlangsung pada 11–13 Juni 2026 tersebut, JAPFA menampilkan berbagai inisiatif keberlanjutan yang menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, penerapan ekonomi sirkular, serta transisi menuju energi yang lebih bersih. Salah satu pencapaian yang ditampilkan adalah peningkatan volume daur ulang air sebesar 94% pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2023. Capaian ini mencerminkan komitmen JAPFA untuk menjadikan keberlanjutan lingkungan sebagai fondasi dalam mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan, terukur, dan transparan.

Ket. Foto: Komitmen terhadap ketahanan pangan berkelanjutan kembali ditunjukkan JAPFA melalui berbagai inovasi lingkungan yang dipamerkan di INVIROTECH 2026. Mulai dari teknologi daur ulang air hingga penerapan ekonomi sirkular, langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan industri pangan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. — Sumber: Koran Jakarta/M.Fachri

Bagi JAPFA, efisiensi air tidak hanya menjadi upaya pelestarian lingkungan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk membangun operasional yang tangguh. Sebagai perusahaan agrifood, JAPFA menyadari pentingnya ketersediaan air bersih dalam mendukung seluruh rantai bisnis, mulai dari peternak hingga konsumen. Karena itu, perusahaan terus berinvestasi dalam pengembangan fasilitas daur ulang air, peningkatan efisiensi penggunaan air, serta penerapan praktik konservasi air di berbagai unit operasionalnya antara lain melalui pemanenan air hujan (rainwater harvesting).

Rachmat Indrajaya, Direktur JAPFA, mengatakan, “Setiap tetes air yang berhasil didaur ulang merupakan langkah nyata untuk memperkuat ketahanan operasional di tengah meningkatnya risiko kelangkaan air. Kami tidak memandang keberlanjutan sebagai trade-off bagi bisnis, melainkan sebagai cara untuk memastikan nilai ‘Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama’ dapat terus diwujudkan di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin dinamis.”

Selain pengelolaan air, JAPFA juga memaparkan capaian dalam pengelolaan limbah. Sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil mengalihkan lebih dari 90% limbah non-B3 atau sekitar 137.000 ton limbah dari tempat pemrosesan akhir (TPA) melalui berbagai pendekatan seperti efisiensi operasional, penggunaan kembali (reuse), dan daur ulang. JAPFA juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan mengolah bagian unggas dan ikan yang tidak digunakan untuk konsumsi menjadi produk bernilai tambah, serta memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk. Berbagai pendekatan pengelolaan limbah ini dilakukan baik secara internal maupun kolaborasi dengan masyarakat atau kelompok masyarakat untuk memperluas nilai tambah dan manfaat lingkungan, sosial,dan ekonomi.

Di sektor energi dan pengendalian emisi, JAPFA terus mempercepat transisi menuju sumber energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Sejak 2025, perusahaan secara bertahap menghentikan penggunaan batu bara di seluruh fasilitas operasionalnya dan beralih ke sumber energi yang lebih berkelanjutan, seperti gas alam serta biomassa berbahan bakar cangkang kemiri dan cangkang sawit. Saat ini, energi biomassa telah berkontribusi sekitar 35% terhadap total kebutuhan energi perusahaan. Upaya tersebut turut diperkuat melalui pemasangan panel surya dengan total kapasitas terpasang 1,8 MWp di berbagai unit produksi.

Komitmen JAPFA terhadap praktik bisnis berkelanjutan juga mendapat pengakuan dari sektor keuangan. Pada tahun 2021, perusahaan memperoleh pendanaan melalui Sustainability-Linked Bond (SLB) senilai US$350 juta, yang kemudian dilanjutkan dengan Sustainability-Linked Loan (SLL) dari BNI sebesar Rp1,42 triliun (US$ 95 juta) pada tahun berikutnya. Kedua instrumen tersebut mengaitkan kinerja finansial dengan pencapaian target-target keberlanjutan yang dievaluasi secara berkala oleh pihak independen.

  • inovasi daur ulang air JAPFA

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Bahaya Judol Mengintai Anak Sekolah, OJK Tasikmalaya Langsung Turun Tangan!

Menangi Laga Debut di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bimo/Arlya Selamat dari 4 "Match Point"

Ancaman Karhutla Makin Mencekam! Pemprov Kalsel Guyur Hutan Lindung Siang Malam!

Bukan Cuma Sekadar Naikkan Bendera! Wagub Sumut Ungkap Masa Depan 74 Anggota Paskibraka!

Proyek IKN Makin Ngebut! Alokasi Rp5,3 Triliun Diguyur di RAPBN 2027, Ini Target Selesainya!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Kegiatan Kaum Muda dalam Medsos Mesti Berlanjut ke Lapangan

Pembangunan Tangerang Mulai Sesuaikan dengan Jalur MRT

Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran Selasa Malam, Status Level III Siaga

Desentralisasi Hanya Berjalan Secara Administratif Tapi Lemah Secara Fiskal

Hati-hati, Pemerintah Jangan Terjebak Beban Cicilan Utang yang Beratkan APBN

Nyaris Tersingkir! Bimo/Arlya Selamatkan 4 Match Point Sebelum Buat Keajaiban di BWF World Championships 2026!

Pembangunan Jakarta Harus Perkuat Identitas

Timnas Putri U16 Lolos Semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 Usai Tekuk Hongkong 1-0

Flores Diguncang 2.403 Gempa Susulan, BMKG Ingatkan Warga Waspada

Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan

Flores Belum Aman! Ribuan Gempa Susulan Masih Beruntun Guncang NTT Usai Gempa M 7,7!

Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri

DPR Dorong Relokasi Anggaran untuk Tangani Dampak Gempa NTT

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ganggu Kesepakatan AS-Iran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.