Italia Catat Rekor Angka Kelahiran Terendah Sejak 1945, Krisis Demografi Kian Mengkhawatirkan

Rabu, 29 Jul 2026, 05:30 WIB

ROMA - Jumlah kelahiran di Italia kembali menurun pada 2025, dengan tingkat fertilitas mencapai titik terendah sejak 1945. Kondisi tersebut dipicu tekanan ekonomi, minimnya dukungan bagi ibu bekerja, serta tingginya biaya membesarkan anak.

Dilansir dari AFP, berdasarkan laporan yang diterbitkan Birthrate Foundation bersama Istituto Nazionale di Statistica (Istat) pada Selasa (28/7), jumlah bayi yang lahir sepanjang 2025 hanya mencapai sekitar 355.000, turun hampir 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ket. Foto: Perkembangan populasi di kalangan penduduk muda dan lansia di Italia merupakan cerminan dari perubahan demografis yang dramatis di negara tersebut akibat menurunnya angka kelahiran. — Sumber: Antara

Tingkat fertilitas atau rata-rata jumlah anak yang dilahirkan setiap perempuan juga turun menjadi 1,14 anak per perempuan, jauh di bawah angka 2,1 anak yang dibutuhkan untuk menjaga jumlah penduduk tetap stabil tanpa bergantung pada imigrasi.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa keinginan masyarakat untuk memiliki anak sebenarnya masih tinggi. Namun, keinginan itu kerap berbenturan dengan ketidakpastian pekerjaan, tingginya biaya hidup, gaya hidup yang sulit mendukung pengasuhan anak, serta minimnya layanan pendukung keluarga.

Istat memperkirakan, apabila seluruh perempuan yang pada 2024 menyatakan ingin memiliki anak dalam tiga tahun ke depan benar-benar mewujudkan rencana tersebut, Italia seharusnya dapat mencatat sekitar 760.000 kelahiran setiap tahun, atau lebih dari dua kali lipat jumlah kelahiran yang terjadi pada 2025.

Survei juga menunjukkan banyak responden khawatir memiliki anak akan memperburuk kondisi keuangan keluarga sekaligus menghambat karier mereka. Kekhawatiran tersebut paling banyak disampaikan oleh perempuan.

Laporan itu menilai, ketika layanan pendukung keluarga tidak memadai, perempuan menjadi pihak yang paling banyak menanggung dampaknya.

"Ketika layanan dukungan keluarga tidak tersedia, perempuanlah yang mengisi kekosongan itu. Mereka berhenti bekerja bukan karena pilihan, melainkan karena keadaan," demikian bunyi laporan tersebut.

Meski angka kelahiran terus menurun, Istat pada Maret lalu mencatat jumlah penduduk Italia tetap relatif stabil pada 2025, yakni sekitar 58,9 juta jiwa.

Stabilnya jumlah penduduk tersebut terutama ditopang oleh kedatangan sekitar 440.000 imigran, yang membantu mengimbangi penurunan populasi alami akibat jumlah kematian yang lebih tinggi dibandingkan kelahiran, sekaligus menghadapi tantangan penuaan penduduk di negara tersebut.

  • Italia

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.