- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kualitas Udara Sarawak Tem...
Kualitas Udara Sarawak Tembus Level 'Berbahaya' Akibat Kabut Asap, Malaysia Deklarasikan Keadaan Darurat
Sabtu, 05 Sep 2026, 07:32 WIBKUCHING - Malaysia menyatakan keadaan darurat di Distrik Serian, Sarawak di bagian utara pulau Kalimantan pada hari Jumat (4/9) setelah indeks polusi udara (API) melebihi angka 500.
Serian mencatat angka 515 pada pukul 5 sore hari itu setelah kabut asap di sana memburuk semalaman. Angka di atas 500 pertama kali tercatat pada pukul 9 pagi hari Jumat.Â
Dalam sebuah pernyataan, Departemen Perdana Menteri mengatakan bahwa Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar telah menyetujui deklarasi keadaan darurat di seluruh Serian âmenyusul kondisi kabut asap yang telah mencapai tingkat polusi udara yang membahayakan kesehatan dan keselamatan publikâ.
âKeputusan ini diambil setelah mempertimbangkan saran dari perdana menteri dan Gubernur Sarawak serta lembaga-lembaga terkait mengenai tingkat kualitas udara di daerah tersebut,â demikian bunyi pernyataan itu. Langkah-langkah yang lebih diperlukan akan diambil untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan warga yang terdampak.
âPemerintah akan terus memantau perkembangan dari waktu ke waktu dan memastikan semua tindakan yang diperlukan dilaksanakan dengan segera, termasuk langkah-langkah mitigasi serta penyebaran informasi dan saran kesehatan kepada masyarakat.â
Menurut data dari Departemen Statistik Malaysia, Serian memiliki populasi kurang dari 106.000 jiwa. Situs web pemerintah Sarawak menyatakan Serian memiliki luas 2.039 km persegi, atau hampir tiga kali luas Singapura.Â
Serian, sekitar 60 km tenggara Kuching, merupakan distrik yang paling parah terkena dampaknya, dengan kualitas udara "berbahaya" tercatat sejak akhir pekan lalu. Distrik ini juga yang pertama mengumumkan penutupan sekolah pada 13 Agustus ketika pembacaan API sempat melebihi 200.
Media lokal melaporkan bahwa angka-angka di Serian mulai meningkat sejak pukul 6 sore pada hari Kamis setelah kondisi kabut asap menunjukkan tanda-tanda perbaikan selama 24 jam sebelumnya.
Ibu kota negara bagian, Kuching, mencatat angka 306, diikuti oleh Samarahan dengan angka 292 dan Sri Aman dengan angka 241.
Berdasarkan skala API Malaysia, angka di atas 400 diklasifikasikan sebagai "sangat berbahaya". Angka hingga 50 diklasifikasikan sebagai baik, 51 hingga 100 sebagai sedang, 101 hingga 200 sebagai tidak sehat, 201 hingga 300 sebagai sangat tidak sehat, dan 301 hingga 400 sebagai berbahaya.Â
Ketua Komite Manajemen Bencana Sarawak, Amar Douglas Uggah Embas, sebelumnya mengatakan suatu wilayah akan dinyatakan sebagai zona darurat jika pembacaan API-nya mencapai 500 berdasarkan Rencana Aksi Kabut Asap Nasional.
Deklarasi seperti itu akan mengakibatkan penutupan semua kegiatan sektor publik dan swasta kecuali layanan penting, katanya.
Sarawak berbatasan dengan Indonesia, yang sedang berjuang melawan kebakaran di Kalimantan dan Sumatra di mana "titik api yang meluas" dilaporkan oleh Pusat Meteorologi Khusus ASEAN pada hari Selasa.
Operasi penyemaian awan selama tiga hari diluncurkan pada hari Kamis dalam upaya mengurangi kabut asap berbahaya yang mencekik Sarawak, karena asap dari kebakaran hutan di Indonesia mendorong kualitas udara ke tingkat yang berbahaya.
Komite Manajemen Bencana Sarawak mengatakan bahwa operasi tersebut juga bertujuan untuk mengisi kembali pasokan air menjelang cuaca yang diperkirakan lebih panas dan kering.Â
Tingkat kualitas udara terburuk terakhir di Sarawak terjadi pada tahun 2019, ketika API mencatat angka 405. Sementara itu, keadaan darurat kabut asap terakhir di negara bagian ini diumumkan pada September 1997, ketika angka API mencapai puncaknya di angka 860.
Sebelumnya, Semenanjung Malaysia mendeklarasikan keadaan darurat kabut asap pada Juni 2013 di seluruh distrik Muar dan Ledang di Johor setelah pembacaan API di sana melampaui 750 saat itu.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Situasi Masih Tegang, Menlu Jerman Desak Komisi Eropa Lindungi Perbatasan Usai Migran Masuk ke Ceuta
-
Presiden Donald Trump Perketat Aturan untuk Menjadi Warga Negara Amerika Serikat
-
Dampak Kabut Asap, Pontianak Siapkan Faskes Hadapi Lonjakan Pasien
-
Piala AFF 2026: Jelang Laga Hidup-Mati Lawan Indonesia, Vietnam Kehilangan Momentum Setelah Ditahan Singapura
-
Pemkab Bandung Perkuat Peran Koperasi Gerakkan Ekonomi Sektor Pertanian dan Peternakan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.