• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Hari Batik 2026: Batik Par...

Hari Batik 2026: Batik Parang & Kawung Paling Banyak Dicari

Jumat, 02 Okt 2026, 18:25 WIB

JAKARTA - Shopee Indonesia mencatat motif Batik Parang dan Batik Kawung menjadi motif batik yang paling banyak dicari pengguna di platform tersebut dalam momentum Hari Batik Nasional 2026.

Berdasarkan data internal Shopee, minat terhadap batik juga terlihat dari daerah asal penjual. Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur tercatat sebagai tiga provinsi dengan jumlah penjual batik terbanyak yang menyuplai dan mendistribusikan produk melalui Shopee.

Ket. Foto: Sejumlah perajin sedang membatik di salah satu sentra produksi batik. — Sumber: ANTARA/HO-Shopee

Sementara itu, Malaysia dan Thailand menjadi dua destinasi ekspor teratas untuk produk batik dalam Program Ekspor Shopee.

Shopee menyebut Batik Parang memiliki pola garis diagonal yang merepresentasikan energi dinamis, perjuangan hidup, keteguhan hati, dan kearifan. Motif tersebut juga disebut sebagai salah satu motif batik tertua yang dahulu eksklusif bagi kalangan bangsawan.

Batik Kawung memiliki pola geometris berupa empat lingkaran yang mengelilingi satu lingkaran di tengah. Motif tersebut terinspirasi dari bentuk buah kawung atau buah aren dan secara filosofis dimaknai sebagai simbol kesucian serta ketulusan hati.

Salah satu jenama lokal yang memanfaatkan ekosistem digital untuk memperluas pasar batik ialah Nona Rara. Jenama yang berdiri sejak 2011 itu mengembangkan batik dengan potongan dan desain modern agar dapat digunakan dalam keseharian.

Brand Manager Nona Rara Adisfia Nur Henrista mengatakan pemanfaatan Shopee membantu pihaknya mempromosikan batik Indonesia dan menjangkau konsumen dari berbagai daerah.

“Melalui Shopee, Nona Rara lebih mudah mempromosikan batik Indonesia dan terhubung dengan konsumen dari berbagai daerah,” kata Adisfia dalam keterangan tertulis Shopee yang diterima wartawan pada Jumat.

Dalam rangka Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober, Shopee juga menggelar Shopee Festival Batik Nusantara pada 25 September hingga 2 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan lebih dari 100 pilihan produk batik lokal.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Museum Seni, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Sri Kusumawati mendorong masyarakat terutama generasi muda diharapkan tidak berhenti pada rasa bangga memakai batik, tetapi juga memiliki keinginan untuk mengenal, mempelajari, merawat, dan meneruskan pengetahuan tentang batik.

“Karena pada akhirnya, keberlanjutan batik sebagai warisan budaya sangat bergantung pada sejauh mana kita mampu menjadikannya tetap hidup, relevan, dan dicintai dari generasi ke generasi,” kata Sri di Jakarta, Jumat.

Dalam hal ini, Museum Tekstil mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat ragam tradisi batik di berbagai daerah Indonesia, salah satunya melalui pameran “Jejak Keindahan: Batik Kudus, Demak, dan Banyumas” yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober.

Sri mengatakan momentum Hari Batik Nasional mengingatkan bahwa batik bukan sekadar kain atau busana, melainkan bagian dari identitas dan kekayaan budaya bangsa Indonesia.

“Melalui pameran ‘Jejak Keindahan’, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat lebih dekat betapa beragamnya tradisi batik di berbagai daerah dan memahami bahwa setiap motif dan setiap lembar kain menyimpan jejak sejarah, kreativitas, serta kehidupan masyarakat pada zamannya,” tutur Sri yang juga Unit Pengelola (UP) Museum Seni mengelola Museum Tekstil, Museum Seni Rupa dan Keramik.

Pameran “Jejak Keindahan: Batik Kudus, Demak, dan Banyumas”, kata Sri, menghadirkan 60 koleksi yang terdiri dari 3 batik Demak, 15 batik Kudus dan 42 batik Banyumas. Koleksi yang ditampilkan merupakan koleksi lama Museum Tekstil. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.