IHSG Hari Ini Bangkit, Pasar Mulai Pasang Taruhan Jelang Data Ekonomi

Jumat, 02 Okt 2026, 18:10 WIB

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan ini mencerminkan aksi wait and see yang mulai bergeser menjadi optimisme terbatas.

Namun, keberlanjutan kenaikan IHSG tetap bergantung pada kualitas data yang dirilis, terutama apakah mampu memperkuat ekspektasi pertumbuhan ekonomi sekaligus memberi ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif.

Ket. Foto: Ilustrasi - Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (2/10) sore ditutup menguat 27,39 poin atau 0,46 persen ke posisi 6.036,89, menjelang rilis sejumlah data ekonomi domestik penting yang akan dicermati pelaku pasar pada pekan depan.

Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga menguat dengan kenaikan 3,08 poin atau 0,52 persen ke posisi 595,46.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat, mencatat bahwa IHSG cenderung bergerak konsolidasi di sekitar level 6.000. Ia memperkirakan IHSG berpotensi sideways cenderung menguat pada kisaran 6.000-6.200 pada pekan depan.

Adapun beberapa data domestik yang akan dirilis yakni cadangan devisa pada Rabu (7/10), indeks keyakinan konsumen pada Kamis (8/10), serta retail sales dan penjualan otomotif pada Jumat (9/10).

Dari eksternal, bursa regional Asia bergerak mixed cenderung melemah di mana pelaku pasar masih memantau perkembangan geopolitik.

Dari global, Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan untuk mengerahkan kapal induk dan pasukan tambahan ke Timur Tengah, yang berpotensi meningkatkan konflik dengan Iran dan menyebabkan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi regional.

Associate Director of Research and Investment Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya mencatat, pasar berpandangan bahwa rencana AS tersebut memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi perang dengan Iran dan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi regional.

Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga minyak di tengah kekhawatiran atas eskalasi konflik AS-Iran, sehingga tekanan inflasi kembali meningkat.

IHSG sempat ditutup melemah 0,32 persen pada sesi I, sebelum akhirnya berbalik menguat pada sesi II.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor mengalami penguatan yang dipimpin oleh sektor teknologi dengan penguatan 1,51 persen dan energi 1,12 persen. Kemudian diikuti sektor barang konsumen primer menguat 0,67 persen, barang baku 0,47 persen, properti 0,4 persen, kesehatan 0,2 persen, dan keuangan 0,2 persen.

Sedangkan tiga sektor mengalami pelemahan antara lain transportasi dan logistik 1,38 persen, infrastruktur 0,9 persen, dan barang konsumen nonprimer 0,07 persen.

Lima saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu BLTZ, BSWD, ROCK, MBSS, dan STAR. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar antara lain ALKA, XBID, CCSI, HOPE, dan FORU.

Pada penutupan Jumat ini, volume perdagangan tercatat 120,6 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp12,24 triliun dan frekuensi 1,614 juta kali. Sebanyak 332 saham menguat dan 357 saham melemah, sementara 274 saham lainnya stagnan.

Adapun bursa saham regional Asia sore ini bergerak variatif dengan indeks Nikkei, Hang Seng, dan Straits Times mengalami pelemahan masing-masing 0,87 persen, 2,60 persen, 0,58 persen. Sementara indeks KOSPI menguat 0,46 persen sore ini.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.