DPRD Minta Pemprov DKI Kebut Perbaikan Jalan Selama Musim Kemarau

Rabu, 29 Jul 2026, 14:50 WIB

JAKARTA - Musim kemarau dinilai menjadi waktu yang paling tepat bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mempercepat perbaikan jalan rusak di berbagai wilayah. DPRD DKI Jakarta meminta pemerintah tidak lagi mengandalkan tambal sulam, tetapi melakukan perbaikan secara menyeluruh agar kualitas jalan lebih baik dan bertahan lama.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Bun Joi Phiau mengatakan keluhan mengenai jalan rusak menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat selama masa reses. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ditindaklanjuti karena berdampak langsung terhadap aktivitas dan keselamatan pengguna jalan.

Ket. Foto: Musim kemarau dinilai menjadi waktu yang paling tepat bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mempercepat perbaikan jalan rusak di berbagai wilayah. DPRD DKI Jakarta meminta pemerintah tidak lagi mengandalkan tambal sulam, tetapi melakukan perbaikan secara menyeluruh agar kualitas jalan lebih baik dan bertahan lama. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Bun menjelaskan, selama musim hujan penghentian pekerjaan pengaspalan masih dapat dimaklumi karena kondisi cuaca tidak mendukung proses perbaikan. Namun, memasuki musim kemarau, Pemprov DKI dinilai memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mempercepat pekerjaan perbaikan infrastruktur jalan.

"Kami berharap perbaikan jalan segera direalisasikan secara menyeluruh," ujar Bun.

Ia menilai perbaikan jalan tidak boleh lagi ditunda mengingat cuaca sudah lebih mendukung pelaksanaan pekerjaan. Karena itu, pemerintah daerah diminta memanfaatkan musim kemarau untuk mengejar target perbaikan di seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan.

"Musim kemarau harus dimanfaatkan untuk mempercepat perbaikan jalan," tegasnya.

Menurut Bun, sejumlah ruas jalan di Jakarta mengalami kerusakan berupa aspal bergelombang hingga berlubang. Penanganan sementara melalui penambalan dinilai belum mampu menjadi solusi karena kerusakan serupa kerap muncul kembali dalam waktu singkat sehingga mengurangi efektivitas penggunaan anggaran.

Kondisi jalan yang rusak juga dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat saat berkendara. Selain memperlambat mobilitas, jalan berlubang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang lebih rentan kehilangan kendali saat melintasi permukaan jalan yang tidak rata.

"Jalan berlubang membahayakan keselamatan pengguna jalan," kata Bun.

Untuk itu, ia mendorong Pemprov DKI melakukan pengerukan dan pengaspalan ulang pada ruas jalan yang mengalami kerusakan berat. Langkah tersebut dinilai akan menghasilkan kualitas perbaikan yang lebih kuat dibandingkan sekadar melakukan tambal sulam pada titik-titik tertentu.

Bun menambahkan, infrastruktur jalan yang baik merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Jalan yang layak akan mendukung kelancaran mobilitas warga, aktivitas ekonomi, serta meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

Ia berharap perbaikan jalan menjadi salah satu prioritas pembangunan yang segera direalisasikan selama musim kemarau berlangsung. Dengan penanganan yang menyeluruh, masyarakat diharapkan dapat menikmati kondisi jalan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas sehari-hari di seluruh wilayah Jakarta.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.