Bukan Sekadar Tradisi, Festival Adat Erau Dibidik Perkuat Pariwisata Daerah

Minggu, 20 Sep 2026, 19:25 WIB

TENGGARONG – Pariwisata daerah memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi lokal jika dikembangkan secara konsisten dan terintegrasi.

Penguatan destinasi tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam dan budaya, tetapi juga membutuhkan peningkatan kualitas infrastruktur, aksesibilitas, sumber daya manusia, serta keterlibatan pelaku usaha lokal agar manfaat pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ket. Foto: Suasana Pembukaan Festival Adat Erau di Tenggarong, Minggu (20/9). — Sumber: ANTARA/ HO- Prokom Kukar.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai Festival Adat Erau di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjadi salah satu upaya memperkuat pariwisata daerah yang mengandalkan kekayaan budaya sebagai daya tarik utama pemikat wisatawan.

"Festival Adat Erau juga menjadi benteng sekaligus jendela pelestarian warisan leluhur, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata," ujar Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah Kalimantan Kemenpar, Dwi Marhen Yono saat pembukaan Erau di Tenggarong, Minggu (20/9).

Pembukaan Festival Erau Adat Kutai 2026 ini dilakukan melalui prosesi sakral mendirikan Tiang Ayu di Kompleks Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura alias di Museum Mulawarman, Tenggarong.

"Mengapa banyak orang memilih datang ke Indonesia, bukan ke Malaysia, Vietnam, atau negara lain. Tentu bukan semata karena keindahan pantai atau alam, namun lebih pada alasan budaya," kata Dwi Marhen.

Untuk itu, ia mengajak semua pihak terkait termasuk Pemrov Kaltim maupun Pemkab Kutai Kartanegara beserta para pelaku budaya, harus seoptimal mungkin menjaga dan melestarikan kekayaan budaya hingga adat istiadat, karena kekayaan tak benda ini memiliki daya tarik besar terhadap perkembangan pariwisata.

Sementara itu, prosesi mendirikan Tiang Ayu atau Pinang Ayu dipimpin langsung oleh pemangku adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Tiang penuh hiasan itu didirikan sebagai simbol kemakmuran, kesuburan, dan tanda resmi dibukanya pesta adat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan seremonial di Stadion Rondong Demang, pembukaan expo dan bazar UMKM, serta acara Beluluh Sultan dan Bepelas malam hari ini.

Festival yang akan berlangsung hingga 27 September tersebut akan ditutup dengan prosesi merebahkan Pinang Ayu pada 28 September, bertepatan dengan peringatan HUT Kota Tenggarong.

Sementara Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, menyambut hangat kehadiran para tamu dan wisatawan dalam pesta adat yang mengusung tema “Raja Menjamu Rakyatnya” ini.

Ia menegaskan Erau bukan sekadar festival tahunan, melainkan warisan leluhur, fondasi identitas, dan mata rantai peradaban yang melintasi zaman.

"Di dalam Adat Erau tersimpan penghormatan kepada leluhur, kesetiaan kepada adat, kebersamaan masyarakat, serta prinsip harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta," ujar Aulia.

  • Festival Adat Erau

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.