Memperkuat Mitigasi dengan Membentuk Desa Tangguh Bencana
Selasa, 28 Jul 2026, 23:27 WIBSampang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Jawa Timur terus berupaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana alam dan memperkuat mitigasi mandiri dengan membentuk desa tangguh bencana.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sampang Fajar Arif Taufikurrahman mengatakan program itu dirancang untuk membangun kemandirian masyarakat desa dalam mengenali ancaman di wilayahnya serta mampu mengorganisasikan sumber daya lokal untuk menekan dampak risiko bencana.
"Keberadaan desa tangguh bencana penting, mengingat Kabupaten Sampang ini merupakan salah satu kabupaten yang ada di Pulau Madura yang selama ini dikenal rawan terjadi bencana," katanya di Sampang, Selasa.
Melalui edukasi yang terstruktur, warga diharapkan tidak lagi menjadi objek pasif, melainkan agen aktif dalam sistem keselamatan lingkungan.
Ia menjelaskan pembentukan desa tangguh bencana itu langkah penting mengingat kondisi geografis beberapa wilayah di Sampang yang rawan dilanda banjir dan kekeringan.
"Kesiapsiagaan harus dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga dan desa, agar respons pertama saat terjadi kedaruratan dapat berjalan cepat dan tepat dan BPBD berkomitmen mendampingi proses ini hingga masyarakat benar-benar siap dan tanggap," katanya.
BPBD Sampang memberikan berbagai pelatihan teknis, mulai dari penyusunan peta risiko bencana desa, pembuatan jalur evakuasi, hingga simulasi penanganan darurat.
Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh pemuda dan perangkat desa, menjadi kunci keberhasilan program ini.
Dengan pemahaman yang merata, rantai komando dan koordinasi saat terjadi bencana dapat dipangkas sehingga penyelamatan warga bisa dilakukan secara optimal.
"Melalui program Destana ini, BPBD Sampang berharap angka kerugian materiil maupun korban jiwa akibat bencana alam dapat ditekan secara signifikan di masa depan. Kami yakin, ketangguhan yang terbentuk di tingkat desa akan memperkuat sistem ketahanan bencana secara menyeluruh di tingkat kabupaten," katanya.
Hingga 28 Juli 2026 ini, jumlah desa di Kabupaten Sampang yang telah dibentuk sebagai desa tangguh bencana sebanyak 31 desa.
"Target kami desa tangguh bencana ini di 70 desa, sesuai dengan hasil pendataan yang kami lakukan yang menyebutkan bahwa desa rawan bencana memang tersebar di 70 desa tersebut," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
AS, Inggris, dan Australia akan Mengembangkan Teknologi Drone Bawah Laut
-
Layanan Kesehatan bagi Warga Kampung Ekonomi Lanny Jaya
-
Pemprov DKI Jakarta Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
-
Teluk Triton dan Pegunungan Arfak Dipoles Jadi Magnet Wisata di Papua Barat
-
Wamenaker: Industri Kini Tak Lagi Hanya Bertanya Ijazah, tapi juga Kompetensi.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.