Paus Leo XIV Serukan Damai dan Solidaritas Timur Tengah

Rabu, 29 Jul 2026, 01:00 WIB

Vatikan – Paus Leo XIV kembali menyerukan perdamaian di Tanah Suci dan seluruh kawasan Timur Tengah dalam khotbah Angelus di Castel Gandolfo, Minggu (26/7). Dalam renungannya, Paus menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kekerasan di wilayah tersebut dan mendesak semua pihak segera kembali menempuh jalur dialog.

"Saya terus memantau dengan penuh keprihatinan kekerasan yang terus berlanjut dan semakin meningkat di Tanah Suci," kata Paus Leo XIV.

Ket. Foto: Paus Leo XIV memimpin doa Angelus dari pintu masuk Istana Apostolik di Piazza della Liberta (Lapangan Kebebasan) di kediaman musim panas Paus di Castel Gandolfo, Minggu (26/7). — Sumber: AFP/TIZIANA FABI

Ia menyoroti semakin banyaknya korban sipil, baik di Tepi Barat maupun Jalur Gaza. Menurutnya, penyelesaian konflik hanya dapat dicapai melalui solusi politik yang adil, menghormati martabat manusia, serta menjamin hak yang setara bagi semua pihak.

Dikutip dari Antara, Paus juga mendesak penghentian seluruh aksi militer dan menolak langkah-langkah sepihak yang berpotensi mengganggu penghormatan serta status quo tempat-tempat suci berbagai agama.

"Saya mendesak semua pihak yang terlibat untuk menghentikan serangan mereka dan segera membuka kembali jalan dialog dan diplomasi, sehingga perdamaian yang sangat diinginkan oleh seluruh wilayah dapat segera dicapai," ujarnya.

Bencana Alam

Selain menyerukan perdamaian di Timur Tengah, Paus Leo XIV juga mengajak umat Katolik di seluruh dunia mendoakan para korban dan petugas pemadam kebakaran yang masih berjuang menghadapi kebakaran hutan besar di Spanyol dan Prancis. Bencana tersebut telah memaksa ratusan ribu warga mengungsi dari rumah mereka.

"Saya menyampaikan kedekatan kepada semua yang terdampak dan mengajak semua orang berdoa bagi mereka serta bagi para petugas yang terlibat dalam upaya penanggulangan," kata Paus kepada para peziarah di luar kediaman kepausan di Castel Gandolfo.

Di Prancis, kebakaran yang melanda wilayah selatan sejak pertengahan Juli terus meluas hingga mendekati Kota Bordeaux, salah satu pusat industri anggur terpenting di negara itu. Meski belum ada korban sipil, dua petugas pemadam kebakaran dilaporkan tewas saat memadamkan api di sekitar Bandara Bordeaux-Mérignac.

Konferensi Waligereja Prancis menyampaikan solidaritas dan doa bagi para korban, khususnya mereka yang kehilangan rumah, mata pencaharian, serta keluarga petugas pemadam yang gugur. Gereja juga mengimbau setiap paroki membuka gereja dan aula sebagai tempat berteduh bagi warga yang mengungsi. Sejak awal musim panas, kebakaran di Prancis telah menghanguskan hampir 100.000 hektare lahan dan memaksa sekitar 170.000 orang meninggalkan tempat tinggal mereka.

Di Spanyol, kebakaran hutan melanda wilayah Madrid, Toledo, dan Avila. Lebih dari 190.000 acre lahan terbakar dan hampir 100.000 warga dievakuasi. Perdana Menteri Pedro Sanchez menyerukan seluruh kekuatan politik mengesampingkan perbedaan demi menghadapi darurat iklim melalui penguatan upaya pencegahan, edukasi, dan pendanaan yang berkelanjutan.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.