Zidane Wujudkan Mimpi, Resmi Latih Timnas Prancis hingga Piala Dunia 2030
Rabu, 29 Jul 2026, 00:15 WIBPARIS â Penantian panjang Zinedine Zidane berakhir. Legenda sepak bola Prancis itu resmi ditunjuk sebagai pelatih Tim Nasional Prancis dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030, menggantikan Didier Deschamps yang mengakhiri masa baktinya setelah 14 tahun memimpin Les Bleus.
Pengangkatan mantan pelatih Real Madrid itu diumumkan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) pada hari Selasa (28/7) waktu setempat. Penunjukan tersebut terjadi dua pekan setelah Deschamps mengakhiri kepemimpinannya menyusul finis di peringkat keempat Piala Dunia. Laga terakhirnya bersama Prancis berakhir dengan kekalahan 4-6 dari Inggris.
Bagi Zidane, jabatan pelatih tim nasional merupakan impian yang telah lama ia nantikan. Selama beberapa tahun terakhir, pria berusia 54 tahun itu terus dikaitkan dengan kursi pelatih Les Bleus, bahkan rela menolak sejumlah tawaran melatih klub demi menunggu kesempatan tersebut.
"Tim nasional Prancis adalah satu-satunya pekerjaan yang benar-benar saya inginkan," ujar Zidane.
"Saya selalu melihat tim ini dari sudut pandang seorang pelatih di masa depan. Itulah alasan saya tidak menerima tawaran melatih klub. Setelah meninggalkan Real Madrid, satu-satunya target saya adalah menangani tim nasional Prancis."
Zidane mengungkapkan dirinya sudah mengetahui arah masa depannya sejak Deschamps mengumumkan keputusan mundur pada Januari 2025.
"Saya sebenarnya bisa saja menerima pekerjaan lain dengan kontrak tiga tahun karena Deschamps masih berada di sini. Tetapi sehari setelah ia mengambil keputusan, saya langsung tahu bahwa saya ingin menjadi penerusnya. Saya bertemu dengan presiden federasi dan kesepakatan pun tercapai," katanya.
Pelatih yang akan berusia 54 tahun itu diperkirakan memulai era kepemimpinannya melalui laga tandang UEFA Nations League menghadapi Turki sebelum menjalani pertandingan kandang melawan Italia di Stade de France pada 2 Oktober.
Zidane mengambil alih tim yang dibangun Deschamps menjadi salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia. Selama 14 tahun menangani Les Bleus, Deschamps memimpin dalam 185 pertandingan dengan catatan 120 kemenangan.
Di bawah arahannya, Prancis menjuarai Piala Dunia 2018, memenangkan UEFA Nations League 2020-2021, serta mencapai final Euro 2016 dan Piala Dunia 2022.
Hubungan Zidane dan Deschamps sendiri telah terjalin sejak lama. Keduanya merupakan bagian penting skuad Prancis yang menjuarai Piala Dunia 1998 di kandang sendiri.
Zidane menjadi salah satu aktor utama keberhasilan tersebut dan pada tahun yang sama meraih penghargaan Ballon d'Or.
Selama memperkuat Les Bleus, ia mencatat 108 penampilan, mencetak 31 gol, dan menyumbang 29 assist, menjadikannya salah satu gelandang paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Prancis.
Meski dikenal sebagai maestro lapangan tengah, Zidane mengisyaratkan bahwa filosofi permainannya sebagai pelatih tetap akan mengutamakan sepak bola menyerang.
"Nanti kalian akan melihat sendiri gaya bermain saya. Saya hidup untuk permainan ini. Saya adalah seorang nomor 10, dan yang selalu memotivasi saya adalah mencetak gol. Saya tinggal di Spanyol selama 25 tahun dan semua orang tahu apa artinya itu. Saat masih bermain saya adalah seorang pemimpin. Kini saya ingin menjadi pemimpin lewat pengalaman yang saya miliki."
Ia pun mengaku emosional bisa kembali mengabdi kepada tim nasional.
"Menjadi juara dunia pada 1998 adalah momen terbaik dalam hidup saya. Saya menunggu empat atau lima tahun untuk hari itu tiba. Saya sangat emosional. Mungkin kalian tidak bisa melihatnya, tetapi saya benar-benar bahagia."
Karier Zidane di level klub juga dipenuhi prestasi. Sebelum bergabung dengan Real Madrid pada 2001, ia tampil dalam 212 pertandingan bersama Juventus.
Bersama Real Madrid, ia memainkan 227 pertandingan dalam lima musim, mencetak 49 gol dan 67 assist, serta langsung mempersembahkan trofi Liga Champions pada musim pertamanya.
Setelah gantung sepatu, Zidane kembali ke Santiago Bernabeu sebagai asisten pelatih pada 2013 sebelum dipercaya menjadi pelatih kepala pada 2016.
Di sinilah namanya benar-benar melambung sebagai pelatih elite dunia. Dalam periode pertamanya memimpin Real Madrid, Zidane mencetak sejarah dengan membawa klub tersebut meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun pada 2016, 2017, dan 2018âprestasi yang hingga kini belum mampu disamai pelatih lain.
Ia kembali menangani Real Madrid pada 2019 dan mempersembahkan satu gelar La Liga sebelum meninggalkan klub pada 2021.
Kini, Zidane mengikuti jejak Laurent Blanc dan Deschamps sebagai anggota skuad juara dunia 1998 yang kemudian dipercaya menangani tim nasional Prancis.
Target berikutnya sudah menanti: membawa Les Bleus bersaing memperebutkan gelar pada Piala Dunia 2030.
Meski berjanji menghadirkan sentuhan khasnya sendiri, Zidane menegaskan tidak akan menghapus fondasi yang telah dibangun pendahulunya. "Perjalanan Les Bleus sangat luar biasa dan sepak bola yang mereka tampilkan juga sangat indah. Semua orang menikmatinya. Kami akan melakukan beberapa hal dengan cara yang berbeda. Deschamps adalah Deschamps, Blanc adalah Blanc, dan Zizou adalah Zizou. Saya akan melakukan apa yang saya kuasai, tetapi tetap menjaga kesinambungan agar tim nasional Prancis terus menjadi tim yang menang."
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Piala Dunia, Prancis ke Semifinal, Deja Vu Kembali Atasi Maroko 2-0 seperti Tahun 2022
-
Pastikan Kelaikan Kendaraan, Kemenhub Lakukan Pengawasan 1,7 Juta Perjalanan Bus Periode Januari-Juni 2026
-
Presiden Prabowo Terima Kunjungan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana
-
Adu Keseimbangan Lewat Lomba Egrang di Festival Bambu Tahun 2026
-
Prancis Menuju Piala Dunia 2026: Ambisi Les Bleus Mengembalikan Mahkota Juara Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.