TransTRACK Pasang GPS di 244 Angkutan Trans Siswa Kabupaten Tabanan

Senin, 27 Jul 2026, 18:20 WIB

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali melalui Dinas Perhubungan menggandeng TransTRACK untuk mengimplementasikan perangkat Global Positioning System (GPS) pada 244 kendaraan Angkutan Trans Siswa. Pemasangan tersebut menjadi bagian dari Program Ayo Selamat Sekolah yang bertujuan meningkatkan keselamatan, pengawasan operasional, dan kualitas layanan transportasi bagi pelajar.

Program ini tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga memperkuat kesiapan dan kedisiplinan para pengemudi menjelang tahun ajaran baru. Pelaksanaannya melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tabanan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ket. Foto: Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali melalui Dinas Perhubungan menggandeng TransTRACK untuk mengimplementasikan perangkat Global Positioning System (GPS) pada 244 kendaraan Angkutan Trans Siswa. Pemasangan tersebut menjadi bagian dari Program Ayo Selamat Sekolah yang bertujuan meningkatkan keselamatan, pengawasan operasional, dan kualitas layanan. — Sumber: TransTRACK

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, sepanjang 2025 terjadi 8.498 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 261 korban meninggal dunia, 67 korban luka berat, dan 8.649 korban luka ringan. Sementara itu, Polda Bali mencatat faktor manusia atau human error, seperti kelalaian pengemudi dan pelanggaran lalu lintas, masih menjadi penyebab utama kecelakaan di wilayah tersebut.

Saat ini, perangkat GPS TransTRACK telah terpasang pada 244 armada Angkutan Trans Siswa yang melayani 103 trayek di 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan. Layanan transportasi gratis tersebut diperuntukkan bagi pelajar tingkat SD dan SMP guna mendukung akses pendidikan yang aman, nyaman, dan terjangkau.

Seluruh perangkat GPS terhubung langsung dengan pusat kendali Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan sehingga memungkinkan pemantauan lokasi kendaraan, riwayat perjalanan, dan kepatuhan terhadap rute secara real-time. Data tersebut dimanfaatkan sebagai dasar pengawasan, evaluasi operasional, serta mencegah terjadinya penyimpangan maupun pemotongan trayek.

Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, mengatakan keselamatan transportasi pelajar membutuhkan dukungan teknologi yang mampu meningkatkan visibilitas dan pengawasan terhadap operasional armada.

"Keselamatan transportasi, khususnya bagi pelajar, merupakan tanggung jawab bersama yang perlu didukung melalui pemanfaatan teknologi. Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mengadopsi solusi telematika sebagai bagian dari upaya membangun sistem transportasi sekolah yang lebih aman, transparan, dan modern. Dengan visibilitas armada secara real-time, pengelolaan operasional dapat dilakukan secara lebih optimal sekaligus meningkatkan rasa aman bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Anggia.

Ia menjelaskan, data GPS dapat menjadi dasar pengawasan yang lebih akurat ketika dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan, tes NAPZA, dan edukasi keselamatan kepada para pengemudi.

"GPS memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap aktivitas kendaraan di lapangan sehingga pengawasan dapat dilakukan berdasarkan data perjalanan yang akurat. Ketika teknologi ini dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan, tes NAPZA, dan edukasi keselamatan, kita dapat membangun perlindungan yang lebih menyeluruh bagi pelajar maupun pengemudi," lanjut Anggia.

Selain teknologi GPS, TransTRACK juga menghadirkan Driver Monitoring System berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu mendeteksi perilaku berkendara berisiko, termasuk indikasi kelelahan dan gangguan konsentrasi pengemudi. Solusi tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan operasional kendaraan secara menyeluruh.

Menurut Anggia, implementasi teknologi telematika harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan disiplin operasional dan keselamatan transportasi. Ia berharap penerapan sistem tersebut di Kabupaten Tabanan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.

"Data GPS perlu diterjemahkan menjadi langkah pengawasan dan evaluasi yang konkret. Tujuan akhirnya adalah membantu pengemudi bekerja dengan lebih disiplin, mendukung pemerintah mengambil keputusan berbasis data, serta memastikan setiap pelajar dapat mencapai tujuannya dengan selamat," tutup Anggia.

Sebagai bagian dari program tersebut, seluruh 244 pengemudi Angkutan Trans Siswa juga menjalani pemeriksaan kesehatan, tes NAPZA, serta mengikuti sosialisasi keselamatan berlalu lintas. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat kelelahan, hilangnya konsentrasi, perilaku berkendara yang tidak aman, maupun ketidakpatuhan terhadap prosedur operasional.

Ke depan, TransTRACK menyatakan akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menghadirkan solusi telematika yang mendukung sistem transportasi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Implementasi di Kabupaten Tabanan menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong transformasi digital sektor transportasi di Indonesia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.