Pemerintah Siapkan Desain Besar Pemenuhan Guru Nasional

Senin, 27 Jul 2026, 03:07 WIB

BANDARLAMPUNG - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengahmenyiapkan desain besar pemenuhan guru nasional yang terintegrasi.

“Kebijakan ini mencakup pendidikan calon guru, Pendidikan Profesi Guru (PPG), sertifikasi, pengembangan kompetensi, hingga perencanaan kebutuhan guru secara nasional,” kata Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq saat dikonfirmasi di Bandarlampung, Sabtu (25/7).

Ket. Foto: Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq di Bandarlampung, Provinsi Lampung, Sabtu (25/7/2026). — Sumber: Antara

Ia mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun tata kelola guru yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

“Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti telah menindaklanjuti arahan Bapak Presiden untuk menyiapkan desain besar pemenuhan guru nasional, termasuk penataan tata kelola guru. Kami melihat adanya dukungan kuat dari kementerian dan lembaga terkait dalam menyelesaikan persoalan guru,” kata dia.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional.

“Di tengah proyeksi meningkatnya kebutuhan guru dalam beberapa tahun mendatang, pemerintah menilai reformasi pendidikan guru tidak cukup hanya dilakukan dengan menambah jumlah lulusan,” kata dia.

Namun, lanjut dia, yang lebih penting, yaitu membangun sistem yang mampu menyelaraskan kebutuhan guru nasional dengan proses pendidikan, sertifikasi, serta pengembangan profesi guru secara berkelanjutan.

“Kualitas pendidikan pada akhirnya ditentukan oleh kualitas guru. Karena itu, penguatan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) harus menjadi bagian dari reformasi pendidikan nasional, bukan sekadar sebagai penyelenggara Pendidikan Profesi Guru,” katanya.

Fajar menegaskan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari peningkatan kualitas guru. “Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, titik berangkatnya adalah guru. Tidak ada transformasi pendidikan yang berhasil tanpa guru yang profesional, kompeten, dan terus berkembang,” ujarnya.

Sejumlah Tantangan

Ia mengungkapkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan guru. Dalam satu dekade terakhir, tercatat terdapat surplus sekitar 1,6 juta lulusan sarjana pendidikan.

“Potensi tersebut, perlu dioptimalkan melalui penyelenggaraan PPG Calon Guru yang disusun berdasarkan kebutuhan riil satuan pendidikan, sehingga distribusi guru dapat lebih tepat sasaran,” katanya.

Oleh karena itu, Kemendikdasmen meminta Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) berperan sebagai pusat pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan, pusat riset pembelajaran, sekaligus mitra strategis bagi sekolah.

“Pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pemenuhan tenaga pendidik. Tercatat lebih dari 407 ribu guru telah memenuhi kualifikasi akademik, namun belum memiliki sertifikat pendidik,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, sekitar 170 ribu guru lainnya masih harus menyelesaikan pendidikan jenjang S-1 atau D-IV sebelum dapat mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Di sisi lain, kebutuhan guru diperkirakan akan terus meningkat hingga melampaui 900 ribu orang pada tahun 2030 apabila tidak diantisipasi melalui perencanaan yang lebih terpadu.

“Persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui penambahan formasi guru atau peningkatan kapasitas LPTK secara parsial. Namun, diperlukan sinkronisasi kebijakan,” kata dia. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.