Bangkit Jadi Negara Baru, Afghanistan Masih Terlilit Krisis Malnutrisi Akut

Rabu, 26 Agu 2026, 21:07 WIB

ISTANBUL - Sekitar 3,7 juta anak di Afghanistan mengalami wasting atau gizi buruk akut termasuk sekitar satu juta anak yang mengalami malnutrisi akut berat yang mengancam jiwa mereka, demikian menurut UNICEF, Selasa (25/8).

UNICEF (United Nations Children's Fund) adalah badan atau program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfokus memberikan bantuan kemanusiaan serta kesejahteraan jangka panjang untuk anak-anak dan ibu di seluruh dunia.

Ket. Foto: — Sumber: UNHCR/Andrew McConnell

Perwakilan UNICEF di Afghanistan Tajudeen Oyewale mengatakan hampir 40 persen anak yang dirawat di rumah sakit karena gizi buruk disertai komplikasi medis merupakan bayi berusia di bawah enam bulan.

Ia mengatakan anak-anak berusia di bawah dua tahun menyumbang 83 persen dari kasus malnutrisi akut berat. Menurut Oyewale, lebih dari 500.000 anak telah dirawat sejak awal tahun karena gizi buruk sedang berisiko tinggi dan berat.

Jumlah kasus malnutrisi akut berat yang disertai komplikasi medis meningkat sepertiga, dari 6.000 kasus pada Juli 2025 menjadi 8.000 kasus pada Juli 2026, katanya.

“Di sejumlah wilayah Afghanistan bagian selatan, beberapa rumah sakit kini menangani tiga atau empat anak yang mengalami malnutrisi berat untuk setiap tempat tidur yang tersedia,” kata Oyewale.

UNICEF mengatakan separuh anak di Afghanistan hidup dalam kondisi kemiskinan pangan anak yang parah, yang berarti mereka hanya mengonsumsi makanan dari paling banyak dua kelompok pangan setiap hari.

Menurut UNICEF, anak-anak yang tinggal dalam rumah tangga dengan kerawanan pangan parah dapat memiliki risiko hingga enam kali lebih tinggi mengalami gizi buruk akut selama periode puncak malnutrisi.

Oyewale mengatakan kekeringan yang terjadi selama bertahun-tahun, hujan deras yang merusak, dan banjir bandang semakin memperburuk kondisi tersebut, ditambah ketidakstabilan regional yang berdampak pada perdagangan lintas perbatasan dan mata pencaharian masyarakat.

Sebanyak enam juta orang, lebih dari separuh di antaranya anak-anak, telah kembali ke Afghanistan sejak 2023. Kondisi tersebut semakin meningkatkan tekanan terhadap lapangan pekerjaan, sumber daya rumah tangga, serta layanan kesehatan dan gizi, katanya.

UNICEF mengatakan lebih dari 100 fasilitas yang menangani anak-anak dengan gizi buruk akut telah ditutup tahun ini dibandingkan dengan 2025 akibat keterbatasan sumber daya.

Ratusan pusat layanan lain yang menyediakan dukungan gizi bagi anak-anak serta ibu hamil dan menyusui yang mengalami malnutrisi juga kehilangan pendanaan, tambah UNICEF.

Respons Sektor Gizi di Afghanistan menghadapi kesenjangan pendanaan sebesar 57 persen. Sementara itu, program gizi UNICEF yang membutuhkan sekitar 180 juta dolar AS tahun ini baru memperoleh pendanaan sebesar 22 persen, menurut badan tersebut.

“Justru pada saat kebutuhan meningkat, layanan yang tersedia bagi anak-anak berkurang akibat pemotongan pendanaan,” kata Oyewale. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Pak Kades Jadi Tersangka Pembunuhan, Dua Pelaku Lain Masih Buron

Polres Puncak Selidiki Kebakaran Kantor BPBD

Stres dan Diet Tinggi Protein Bisa Picu Bau Mulut, Ini Solusi Perawatannya

India Tekan Inflasi Bawang Lewat Jalur Kereta Khusus

Nepal Siaga Satu Gempuran Ganda Banjir Bandang dan Longsor Rusak Wilayah Perbatasan

Kuba Tegaskan Tak Menyerah Lawan Cengkeraman Ekonomi AS

Konsumsi Pertalite Melonjak 12,92 Persen Sepanjang Juli 2026, Imbas Kenaikan Pertamax Kah?

Wabah Difteri Rambah Pemukiman Padat Nigeria

Bangkit Jadi Negara Baru, Afghanistan Masih Terlilit Krisis Malnutrisi Akut

Data Desil Kacau Disorot, DPR Minta Segera Perbaiki untuk Lindungi Hak Pendidikan Masyarakat

Anita Puji Utami Kembali Terpilih Menjadi Ketua Umum Iperindo periode 2026-2030

Ikan Oarfish Terdampar di Pantai Pink Lombok, Diduga akibat Perubahan Iklim dan Gempa NTT

Ironi Abad Modern, Kelaparan di Sudan Dianggap sebagai Kegagalan Global yang Memalukan

Kelompok Houthi Ultimatum Siap Gempur Sektor Ekonomi Saudi

Daftar Sementara Susunan Pembalap MotoGP 2027: Tim Trackhouse MotoGP Duetkan Enea dan Raul

Lapor Presiden, Menteri PU: Jalan Nasional Flores 100% Sudah Terbuka

Timnas Voli Putri Indonesia Melaju ke Perempat Final AVC Continental 2026

Tarif Parkir di Jakarta Naik? Dishub DKI Tegaskan Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Hanya Usulan

Datangi Berau, Menhut Raja Antoni Pastikan Karhutla Tak Ancam Habitat Orangutan.

"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.