'Famtrip Marine Maratua 2026' Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura
Rabu, 26 Agu 2026, 20:06 WIBJAKARTA - Kementerian Pariwisata memperkenalkan potensi wisata bahari Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kepada pengelola sejumlah pusat penyelaman (dive center) dari Malaysia dan Singapura.
Promosi wisata itu diselenggarakan melalui kegiatan "Famtrip Marine Maratua 2026" pada 10â15 Agustus 2026 untuk memperkuat posisi Maratua sebagai salah satu destinasi wisata bahari dan selam unggulan Indonesia sekaligus memperluas jejaring bisnis pariwisata dengan pelaku industri di Malaysia dan Singapura.
"Melalui kegiatan famtrip ini, para (perwakilan) dive center dapat melihat dan merasakan secara langsung berbagai pengalaman wisata yang ditawarkan di Maratua, mulai dari potensi menyelam, akomodasi, hingga pengalaman wisata lainnya," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (26/8).
Diharapkan melalui promosi ini para dive center bisa mendapatkan referensi untuk memasukkan Pulau Maratua ke dalam paket wisata yang ditawarkan pada wisatawan dari kedua negara.
Selama enam hari, peserta mendapatkan pengalaman langsung terhadap berbagai produk wisata yang dapat ditawarkan di Maratua, terutama wisata selam. Peserta merasakan wisata selam selama tiga hari di sembilan titik untuk mengenal kondisi bawah laut, layanan penyelaman, akomodasi, serta kesiapan destinasi dalam menerima wisatawan mancanegara.
Selain menjelajahi kekayaan bawah laut Maratua, peserta juga mengunjungi Goa Gumantung, menikmati panorama matahari terbenam di Teluk Harapan, serta berkunjung ke sejumlah akomodasi.
Rangkaian perjalanan juga mencakup kunjungan ke Kampung Dayak Tumbit untuk mengenalkan kekayaan budaya dan produk lokal kepada peserta.
Keragaman pengalaman tersebut diharapkan memperkuat daya tarik Pulau Maratua sebagai destinasi yang tidak hanya mengandalkan wisata selam, tetapi, juga menawarkan perpaduan kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal.
Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar Dedi Ahmad Kurnia mengatakan Malaysia dan Singapura merupakan dua pasar strategis bagi pariwisata Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Juni 2026, kunjungan wisatawan mancanegara asal Malaysia ke Indonesia mencapai 1.361.772 kunjungan, sedangkan wisatawan asal Singapura mencapai 739.721 kunjungan.
Menurut Dedi, capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi kedua negara dalam mendukung pengembangan dan pemasaran produk wisata minat khusus Indonesia, termasuk wisata bahari dan selam.
"Malaysia dan Singapura merupakan pasar yang sangat strategis bagi pariwisata Indonesia, tidak hanya dari sisi jumlah kunjungan, tetapi, juga dari peluang pengembangan berbagai segmen wisata. Salah satunya adalah wisata minat khusus seperti menyelam," ujar Dedi.
Dari rangkaian perjalanan tersebut, Pulau Maratua memiliki potensi kuat untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus berdaya saing. Kekayaan bawah laut dapat menjadi daya tarik utama yang diperkuat dengan potensi alam, budaya, serta pengalaman autentik bersama masyarakat lokal.
Pengembangan pasar wisata selam Maratua juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat melalui peningkatan permintaan terhadap akomodasi, pemandu wisata, transportasi, kuliner, produk lokal, serta berbagai layanan pendukung pariwisata lainnya. Ant
- Famtrip Marine Maratua 2026
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.