• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Stres dan Diet Tinggi Prot...

Stres dan Diet Tinggi Protein Bisa Picu Bau Mulut, Ini Solusi Perawatannya

Rabu, 26 Agu 2026, 21:37 WIB

JAKARTA – Gaya hidup urban yang diwarnai aktivitas padat, tingkat stres tinggi, serta perubahan pola makan dapat berdampak pada kesehatan rongga mulut. Salah satu kebiasaan yang semakin banyak dilakukan adalah diet tinggi protein. Kombinasi stres dan pola makan tersebut disebut dapat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut.

Saat mengalami stres, produksi air liur dapat berkurang sehingga mulut menjadi lebih kering. Di sisi lain, sisa makanan dari pola makan tinggi protein dapat menjadi sumber nutrisi bagi bakteri di dalam rongga mulut. Bakteri tersebut kemudian menghasilkan senyawa sulfur volatil atau Volatile Sulfur Compounds (VSCs), termasuk hidrogen sulfida () dan metil merkaptan (), yang berkaitan dengan munculnya bau mulut atau halitosis.

Ket. Foto: Ilustrasi rasa sakit saat makan. Stres dan diet tinggi protein dapat memicu bau mulut. Merek pasta gigi usmile menghadirkan Fresh White dan Repair White dengan bahan aktif untuk perawatan rongga mulut. — Sumber: Usmile

Data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menunjukkan masalah halitosis ditemukan pada 28,6 persen masyarakat. Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi kenyamanan dan kepercayaan diri seseorang dalam berinteraksi.

Kebutuhan terhadap produk perawatan bau mulut juga terus meningkat. Mengutip laporan Mordor Intelligence mengenai Global Halitosis Market, nilai pasar global produk penanganan bau mulut mencapai sekitar 14,41 miliar dolar AS pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi 15,93 miliar dolar AS pada 2026. Pasar tersebut diperkirakan terus tumbuh hingga mencapai 26,36 miliar dolar AS pada 2031.

Selain halitosis, gigi sensitif menjadi persoalan lain yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Studi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia dan IQVIA pada 2024 mencatat 62 persen responden mengalami frekuensi gigi sensitif yang tinggi. Sebanyak 86 persen penderita juga menyatakan merasa cemas terhadap rasa sakit saat makan, sehingga sebagian di antaranya memilih menghindari aktivitas sosial.

Perawatan Mulut Mulai Mengarah pada Pendekatan Berbasis Bahan Aktif

Perubahan kebutuhan konsumen turut mendorong perkembangan perawatan rongga mulut. Tidak lagi sebatas mengandalkan sensasi segar atau rasa mint untuk menutupi bau mulut maupun mengurangi rasa ngilu, konsumen mulai mencari produk dengan bahan aktif yang ditujukan untuk menangani permasalahan secara lebih spesifik.

Tren tersebut sejalan dengan konsep skinification dalam perawatan gigi, yakni penggunaan bahan aktif yang selama ini populer dalam perawatan kulit untuk mendukung perawatan rongga mulut. Pendekatan tersebut turut diadopsi usmile Indonesia melalui konsep oral beauty, yang memadukan teknologi perawatan gigi dengan bahan aktif yang diklaim telah melalui pengujian klinis.

Michelle, Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia, mengatakan perawatan mulut kini semakin berkaitan dengan kualitas hidup dan kepercayaan diri.

“Kami percaya bahwa perawatan mulut bukan lagi sekadar rutinitas kebersihan harian, melainkan bagian dari ritual perawatan diri yang berdampak langsung pada kualitas hidup dan kepercayaan diri seseorang. Melalui pendekatan oral beauty, usmile berkomitmen untuk terus berinovasi mendefinisikan ulang perawatan gigi agar masyarakat dapat mengekspresikan senyum terbaiknya tanpa rasa khawatir dalam setiap interaksi sosial,” ujar Michelle dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).

Untuk membantu mengatasi persoalan bau mulut, usmile menghadirkan Fresh White yang juga dikenal sebagai Perfume Toothpaste. Produk tersebut menggunakan Zinc Glycinate yang diklaim bekerja dengan mengikat dan menetralisir VSCs yang berkontribusi terhadap bau mulut.

Fresh White juga dilengkapi Enzyme Complex yang terdiri dari Papain dari ekstrak pepaya dan Lysozyme. Kandungan tersebut dirancang untuk membantu membersihkan noda pada gigi dengan pendekatan yang lembut terhadap enamel, sekaligus memberikan sensasi aroma yang lebih tahan lama.

Sementara itu, usmile menawarkan Repair White untuk konsumen yang menghadapi masalah gigi sensitif. Varian tersebut menggunakan Hydroxyapatite, mineral yang bekerja secara biomimetik dan ditujukan untuk membantu memperbaiki enamel serta menutup tubuli dentin yang terbuka, yang berkaitan dengan munculnya rasa ngilu.

Formula Repair White juga mengandung Sodium Hyaluronate (Hyaluronic Acid) serta Allantoin. Kedua bahan tersebut dikenal luas dalam produk perawatan kulit dan digunakan dalam formula ini untuk membantu menjaga kelembapan serta memberikan sensasi menenangkan pada jaringan gusi.

Melalui pendekatan tersebut, usmile mendorong perubahan perspektif terhadap perawatan gigi. Perawatan rongga mulut tidak hanya dipandang sebagai rutinitas kebersihan, tetapi juga bagian dari perawatan diri yang berkaitan dengan kenyamanan, penampilan, dan kepercayaan diri.

Saat ini, lini produk usmile Indonesia dapat diperoleh melalui kanal e-commerce resmi usmile. Konsumen juga dapat memanfaatkan program usmile Super Brand Day yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026.

Selama periode tersebut, usmile menawarkan harga khusus untuk Fresh White, Repair White, serta sejumlah produk lainnya, disertai hadiah eksklusif untuk pembelian tertentu.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.