Konsumsi Pertalite Melonjak 12,92 Persen Sepanjang Juli 2026, Imbas Kenaikan Pertamax Kah?
Rabu, 26 Agu 2026, 21:15 WIBBADUNG, BALI - Tepat sebulan setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat konsumsi Pertalite naik hingga 12,92 persen pada Juli 2026.
âDengan berjalannya waktu, karena ada kenaikan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada 10 Juni 2026, pergerakannya mengalami peningkatan untuk konsumsi (Pertalite),â ujar Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI yang dipantau dari Badung, Bali, Rabu (26/8).
Wahyudi menyampaikan rata-rata penyaluran Pertalite sebelum terjadinya kenaikan harga Pertamax adalah 75.795 kiloliter (KL) per hari. Akan tetapi, setelah harga Pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni 2026, terjadi lonjakan rata-rata penyaluran Pertalite.
Pada 10 Juni 2026, konsumsi Pertalite tercatat sebanyak 82.760 KL per hari, naik 9,19 persen dengan selisih 6.965 KL per hari apabila dibandingkan dengan rata-rata penyaluran Pertalite sebelum kenaikan harga Pertamax.
Kemudian, pada Juli 2026, kenaikan konsumsi Pertalite kembali terjadi, yakni sebanyak 85.589 KL per hari, naik 12,92 persen dengan selisih 9.794 KL per hari apabila dibandingkan dengan rata-rata penyaluran Pertalite sebelum kenaikan harga Pertamax.
Pada periode Agustus, tutur Wahyudi, terjadi penurunan konsumsi Pertalite apabila dibandingkan dengan bulan Juli. Rata-rata penyaluran Pertalite pada bulan Agustus berada di kisaran 84.368 KL per hari, lebih rendah dibandingkan dengan bulan Juli.
âIni agak sedikit menurun karena harga Pertamax juga ada koreksi, semula Rp16.250 per liter menjadi Rp15.950 per liter. Sehingga, konsumsinya untuk Pertalite juga turun,â ucap Wahyudi.
Meskipun demikian, rata-rata konsumsi Pertalite pada bulan Agustus masih lebih tinggi apabila dibandingkan dengan periode sebelum Pertamax mengalami kenaikan.
âArtinya, kenaikan konsumsi Pertalite yang rata-rata saat ini menjadi 84.368 KL ini memang shifting dari sisi pemindahan semula konsumsi Pertamax menjadi Pertalite,â ucap Wahyudi. Ant
- BBM Pertalite
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Pakar Ungkap Pengendalian Ikan Sapu-sapu di Jakarta Perlu Strategi Terpadu
-
Jember Fashion Carnaval ke-24 Usung Tema HEAL, Serukan Harmoni Manusia dan Alam
-
Pemprov Kalbar Bersiap Hadapi Lonjakan Karhutla
-
Kendalikan Banjir Jakarta, Pemprov DKI Alokasikan Rp300 Miliar untuk Normalisasi Sungai
-
Doktor ITS Kembangkan Model Ergonomis untuk K3 Konstruksi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.