Pembinaan Mitigasi Bencana pada Nelayan Bangkalan
📅 Senin, 27 Jul 2026, 23:07 WIB | Oleh: Tim PenulisBangkalan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan pembinaan mitigasi bencana kepada nelayan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Senin, sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan pemahaman masyarakat nelayan terhadap dampak cuaca ekstrem dan bencana geologi.
Kegiatan dalam bentuk Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) dan Sekolah Lapang Gempa Bumi-Tsunami (SLG) dan digelar di Balai Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan itu, diikuti puluhan perwakilan, aparat desa dan pemangku kepentingan di lingkungan Pemkab Bangkalan.
"Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen BMKG untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir. Melalui edukasi cuaca maritim, gempa bumi, dan tsunami, kami ingin mendukung keselamatan, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana," kata Kepala Balai Meteorologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar Cahyo Nogroho yang hadir menjadi pemateri dalam acara itu.
Ia menjelaskan Kabupaten Bangkalan dipilih sebagai lokasi sekolah lapang, karena dua alasan utama. Pertama, wilayah pesisir dengan aktivitas perikanan tinggi. Kedua, memiliki potensi kegempaan.
"Data BMKG mencatat aktivitas seismik di Bangkalan dipengaruhi oleh RMKS Baliga, RMKS Ketapang, dan Sesar Geser Somor Koning yang merupakan sumber gempa aktif di Pulau Madura," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembinaan mitigasi bencana SLCN ini diikuti 68 orang, sedangkan SLG sebanyak 55 orang.
Kegiatan ini telah rutin digelar oleh BMKG sejak 2017 untuk SLCN, sedangkan SLG mulai 2026.
"Sejak 2017, SLCN di Jawa Timur sudah digelar di 22 lokasi dengan 2.045 alumni. Untuk SLG, hingga 2026 sudah tujuh angkatan dengan sekitar 350 alumni," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
SLCN mengusung tema "Mewujudkan Nelayan dengan Hasil Tangkapan Meningkat dan Aman Berbasis Informasi Cuaca", sedangkan SLG mengangkat tema "Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempa Bumi dan Tsunami Menuju Indonesia Emas 2045".
Anggota Komisi V DPRI RI Safiudin Asmoro juga hadir menyaksikan secara langsung kegiatan itu.
"Bagi kami, kegiatan ini sangat penting karena menyangkut informasi cuaca maritim, potensi gempa bumi dan tsunami, sistem peringatan dini BMKG, serta langkah penyelamatan diri sebelum, saat, dan setelah bencana," katanya.
Politikus asal Kabupaten Bangkalan ini ini juga berharap, para alumnus bisa menjadi agen informasi di lingkungan masing-masing.
"Tujuannya agar informasi resmi BMKG cepat tersebar, keselamatan nelayan terjaga, dan ketangguhan masyarakat pesisir semakin kuat," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!