Teknologi Irigasi Tetes Bantu Budidaya Melon di Bangkalan, Petani Siap Tingkatkan Produktivitas.

Minggu, 26 Jul 2026, 12:36 WIB

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, bekerja sama dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengembangkan tanaman melon dengan teknologi irigasi tetes, sebagai upaya untuk menguatkan ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian petani di wilayah itu.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim di Bangkalan, Minggu, mengatakan Pemkab Bangkalan tertarik untuk bekerja sama dengan kampus negeri di Bangkalan itu, setelah UTM menunjukkan hasil dari tanaman yang dikembangkan pihak kampus.

Ket. Foto: Kegiatan panen raya melon dengan teknologi irigasi tetes di Kampus UTM Bangkalan, Jawa Timur. — Sumber: Antara Foto

"Setelah kami lihat secara langsung, metode ini memungkinkan distribusi air dan nutrisi berlangsung lebih tepat sasaran sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien, produktivitas tanaman meningkat, serta biaya operasional dapat ditekan dibandingkan pola budidaya konvensional," katanya.

Karena itu, sambung bupati, Pemkab Bangkalan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian langsung bekerja sama untuk pengembangan jenis pertanian tersebut.

UTM akan memberikan bimbingan dan pembinaan tentang teknik budidaya agar petani bisa menanam jenis tanaman tersebut sesuai dengan keinginan.

Budi daya melon yang dikembangkan UTM Bangkalan itu memanfaatkan sistem tanam menggunakan polibag yang dipadukan dengan teknologi irigasi tetes.

Metode ini memungkinkan distribusi air dan nutrisi berlangsung lebih tepat sasaran, sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien, produktivitas tanaman meningkat, serta biaya operasional dapat ditekan dibandingkan pola budidaya konvensional.

Selain itu, sistem budi daya, yang diterapkan mampu meningkatkan kepadatan tanaman, sehingga hasil panen lebih optimal dalam satu siklus produksi.

Peralatan budi daya juga dapat digunakan hingga empat sampai lima tahun dengan frekuensi tanam mencapai tiga hingga empat kali setiap tahun.

Efisiensi tersebut menjadikan model budi daya ini memiliki prospek ekonomi yang layak untuk diterapkan dan dikembangkan secara lebih luas.

Tidak hanya berorientasi pada produksi, kebun melon agroekoteknologi UTM juga menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus sarana pengembangan unit usaha kampus.

Ke depan, model budi daya ini diharapkan mampu mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk penguatan ketahanan pangan, penyediaan pangan bergizi, serta pengembangan agribisnis berbasis inovasi yang berkelanjutan.

Sebelumnya, Rektor UTM Bangkalan Prof Safi’ mengatakan tanaman melon dengan teknologi iritasi tetes tersebut menjadi bukti bahwa riset perguruan tinggi mampu menghadirkan inovasi yang bernilai ekonomi sekaligus memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

"Melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, kita dapat menghasilkan sistem budi daya yang lebih efisien dan berkualitas. Inilah makna Kampus Berdampak, ketika hasil riset tidak berhenti pada publikasi, tetapi dapat dihilirisasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ia menambahkan pengembangan teknologi budi daya pertanian harus terus diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku sektor pertanian agar inovasi yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memperkuat perekonomian daerah.

Inovasi teknologi budi daya dan sistem irigasi yang dikembangkan diharapkan dapat direplikasi secara lebih luas untuk mendukung ketahanan pangan nasional, mempercepat hilirisasi hasil penelitian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor pertanian.

  • Irigasi tetes

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

3.823 Hektare Padi di Tanah Bumbu, 800 Hektare Terdampak Kemarau Panjang.

Dinsos Tangsel Ungkap 5.127 Pemerima Bansos Terindikasi Judol

Cuaca Panas, Pemprov Babel Pangkas Rute Pawai PBB HUT Ke-81 RI Jadi 4 Km.

Wali Kota Banda Aceh: Aceh Butuh Kebijakan Tepat Hadapi Dinamika Masyarakat.

5 Rumah Sakit Tipe D di Maluku Naik Jadi Tipe C pada 2026, Pelayanan Diperkuat.

Karena Kerap Tercemar, Perumda Tirta Patriot Bekasi akan Ubah Teknologi Pengolahan dan Sumber Air Baku

Pemkab Nduga Salurkan Bantuan Sarana Perikanan untuk Kembangkan Usaha Masyarakat.

Kemenhut Kerahkan 5.000 ASN Bantu Penanganan Karhutla

Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Banjarbaru, 10 Penerbangan Terdampak.

Pemprov Banten Gelar Diskon Pajak Kendaraan Bermotor

Usai Ditinjau Tim Gabungan, Pemkab Bogor Hentikan Produksi Minuman Beralkohol di Citeureup

Pemkot Bekasi Bongkar Puluhan Bangunan Liar di Bantaran Kali

Pemkot Bogor Dorong Pengembangan Wilayah Timur Melalui Penyelesaian Pembangunan Jalan R3

Stok Beras Indonesia 5,1 Juta Ton, Aman untuk Kebutuhan Pangan dan Hadapi El Nino

Lima Kunci HR Menyiapkan SDM Tangguh di Tengah Perubahan Dunia Kerja

Menhub Instruksikan Peningkatan Keselamatan Transportasi di Kepulauan Riau

Pemkot Jakarta Timur Siapkan Tiga Lokbin untuk Relokasi PKL di Kramat Jati

IPAL Komunal dan Pencegahan Stunting Jadi Pilar Penguatan Kampung Sehat

Utamakan Keselamatan, Kemenhub Imbau Masyarakat Gunakan Kendaraan Berizin dan Laik Jalan

Kemnaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif ASEAN

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.