• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Beasiswa Riset 2026 Perkua...

Beasiswa Riset 2026 Perkuat Peluang Perempuan Muda Berkiprah di Sektor Kesehatan

Sabtu, 25 Jul 2026, 14:43 WIB

JAKARTA – Memasuki 50 tahun perjalanan di Indonesia, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta muda di bidang kesehatan dan penelitian. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan D-STAR 2026 (Darya-Varia Scholarship for Talented Aspiring Women Researchers).

Mengusung tema “Empowering Women Researchers to Level Up as Future Leaders”, program tersebut ditujukan untuk memperluas kesempatan bagi perempuan muda agar dapat mengembangkan diri sebagai peneliti, inovator, sekaligus pemimpin di sektor kesehatan.

Ket. Foto: Para pemenang D-STAR 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Jumat (24/7). Memperingati 50 tahun berkarya di Indonesia, Darya-Varia kembali menghadirkan program tersebut untuk memberdayakan perempuan muda melalui beasiswa, pendanaan riset, pengembangan kepemimpinan, dan kolaborasi akademik. — Sumber: Darya-Varia

Darya-Varia menilai pengembangan talenta merupakan bagian penting dalam mendukung kemajuan ekosistem kesehatan Indonesia. Selain menghadirkan produk kesehatan, perusahaan juga berupaya berkontribusi melalui investasi pada sumber daya manusia yang akan berperan dalam perkembangan riset dan inovasi di masa mendatang.

Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, dr. Ian Kloer, mengatakan momentum 50 tahun perjalanan perusahaan menjadi kesempatan untuk memperluas kontribusi, termasuk melalui pengembangan talenta perempuan di bidang penelitian.

“Pada momentum 50 tahun Darya-Varia, kami ingin memastikan bahwa kontribusi kami tidak hanya hadir melalui produk kesehatan berkualitas, tetapi juga melalui investasi pada talenta yang akan membentuk masa depan kesehatan Indonesia,” ujar Ian.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi dan kemajuan ilmu pengetahuan. Karena itu, kolaborasi antara dunia akademik dan industri diperlukan untuk menciptakan lebih banyak kesempatan bagi perempuan muda agar dapat berkembang dan mengambil peran kepemimpinan.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, D-STAR dikembangkan tidak hanya sebagai program beasiswa. Program tersebut juga mencakup dukungan pendanaan penelitian, pengembangan kepemimpinan, akses kepada praktisi industri, serta jejaring profesional.

Melalui berbagai dukungan tersebut, Darya-Varia berupaya mempersiapkan lebih banyak perempuan muda untuk berkontribusi dalam riset dan inovasi yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Perusahaan juga menilai keberagaman perspektif dalam penelitian dapat berkontribusi terhadap lahirnya solusi kesehatan yang lebih inklusif, relevan, dan berkelanjutan.

Fokus pada Riset Kecerdasan Artifisial

Salah satu fokus topik penelitian dalam D-STAR 2026 adalah pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Pemilihan topik tersebut dilakukan di tengah masih adanya kesenjangan gender dalam pemanfaatan dan pengembangan teknologi AI.

Darya-Varia mengutip data global dari Harvard Business School dan Lean In yang menunjukkan laki-laki tercatat menggunakan AI generatif secara rutin 16 hingga 22 persen lebih tinggi dibandingkan perempuan. Sementara itu, perempuan disebut baru mengisi sekitar 26 persen dari posisi spesialis AI di industri teknologi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan program D-STAR. Perusahaan berharap semakin banyak perempuan muda yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi di bidang teknologi, riset, dan inovasi.

“Melalui D-STAR, kami ingin memberdayakan lebih banyak perempuan muda berbakat untuk berkembang menjadi peneliti, inovator, dan pemimpin yang mampu menghadirkan solusi kesehatan yang relevan bagi kebutuhan masyarakat,” kata Ian.

Ia berharap program tersebut dapat memperluas representasi perempuan dalam dunia riset sekaligus memberikan dampak berkelanjutan bagi ekosistem kesehatan di Indonesia.

Pandangan mengenai pentingnya kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi disampaikan Prof. Dr. apt. Ilma Nugrahani, S.Farm., M.Si., Seminariat Ikatan Apoteker Indonesia sekaligus Guru Besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung.

Menurut Ilma, tantangan yang dihadapi peneliti perempuan bukan terletak pada kemampuan akademik, melainkan pada ketersediaan ekosistem yang dapat mendukung mereka untuk berkembang sebagai peneliti dan pemimpin di sektor kesehatan.

“D-STAR menjadi contoh kolaborasi yang mampu menjembatani dunia akademik dan industri sehingga talenta muda memiliki ruang untuk memperluas jejaring, meningkatkan kompetensi, dan menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Perluas Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi

D-STAR 2026 juga memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi. Jika pada penyelenggaraan sebelumnya program ini bekerja sama dengan Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, tahun ini Universitas Pancasila bergabung sebagai mitra baru.

Penambahan mitra tersebut diharapkan dapat membuka akses bagi lebih banyak mahasiswi untuk mengembangkan potensi penelitian sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri.

Direktur Growth Ventures PT Darya-Varia Laboratoria Tbk sekaligus juri D-STAR 2026, Astry Tri Astuti, mengatakan kesempatan untuk berkembang menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan perempuan di dunia riset dan industri.

Menurut Astry, pengalaman melakukan penelitian sejak menjadi mahasiswa Farmasi hingga dipercaya memimpin Growth Ventures di Darya-Varia menunjukkan bahwa perempuan Indonesia memiliki kemampuan untuk berkembang ketika memperoleh kesempatan yang setara.

“Melalui D-STAR, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk tumbuh sebagai peneliti, inovator, dan future leaders. Karena bagi Darya-Varia, empowering women bukan hanya sebuah tema, tetapi bagian dari budaya perusahaan yang memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk memimpin dan menciptakan dampak,” kata Astry.

Perkuat Skema Beasiswa

Seiring dengan meningkatnya antusiasme talenta perempuan muda di bidang penelitian, Darya-Varia juga memperkuat skema dukungan beasiswa dalam D-STAR 2026.

Program tersebut menyediakan Beasiswa Utama senilai Rp30 juta bagi penerima utama. Selain itu, terdapat dua kategori beasiswa tambahan yang diberikan pada masing-masing universitas mitra, yakni D-STAR Achievement Scholarship senilai Rp5 juta dan D-STAR Appreciation Scholarship senilai Rp5 juta.

Penambahan kategori beasiswa tersebut ditujukan untuk memperluas dukungan kepada mahasiswi berpotensi dari setiap institusi mitra. Skema tersebut juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak penelitian dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui D-STAR 2026, Darya-Varia menempatkan pengembangan peneliti perempuan sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam ekosistem kesehatan dan inovasi di Indonesia. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan 50 tahun perjalanan perusahaan dengan memperkuat kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, dan talenta muda.

Dengan dukungan pendanaan, pengembangan kepemimpinan, jejaring profesional, dan akses terhadap praktisi industri, D-STAR diharapkan dapat melahirkan lebih banyak perempuan yang berkiprah sebagai peneliti, inovator, dan pemimpin di sektor kesehatan Indonesia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.