Dibayangi Tekanan Eksternal - 23 September 2026

Rabu, 23 Sep 2026, 07:55 WIB

JAKARTA – Rupiah masih menghadapi tekanan di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah dan sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) yang berpotensi menjaga daya tarik dollar AS.

Pelaku pasar kini menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indo­nesia (RDG BI) sebagai penentu arah kebijakan dalam mere­dam tekanan eksternal sekaligus menjaga stabilitas rupiah.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Untuk RDG BI pada 22-23 September 2026, bank sentra diperkirakan bakal menahan suku bunga acuan BI (BI-Rate) tetap di level 5,75 persen.

Namun, sikap hawkish The Fed membuat arah pasar tetap penuh ketidakpastian, karena ruang pelonggaran moneter BI harus berhadapan dengan risiko tekanan terhadap rupiah dan arus modal asing.

Karenanya, Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (23/9), bergerak fluktuatif di kisaran 17.840–17.900 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan Selasa (22/9), bergerak melemah 37 poin atau 0,21 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.884 rupiah per dollar AS.

Ibrahim menilai pelemahan rupiah dipengaruhi anti­sipasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed).

“Para pelaku pasar saat ini mengantisipasi ke­naikan suku bunga lanjutan oleh The Fed dan telah mem­perhitungkan kemungkinan besar akan adanya kenaikan lagi pada bulan Oktober,” ucapnya dalam keterangan tertu­lis di Jakarta.

Lebih lanjut, Ibrahim menyampaikan bahwa proyeksi suku bunga terbaru juga mengindikasikan setidaknya satu kali lagi kenaikan suku bunga tahun ini.

Prospek kebijakan yang lebih ketat memberikan dukungan bagi dollar AS dan menjaga imbal hasil obligasi Treasury AS tetap tinggi.

Di samping itu, investor juga menanti rilis data awal Purchasing Managers’ Index (PMI) S&P Global serta survei Sentimen Konsumen University of Michigan (UoM) untuk bulan September.

“Pasar juga akan memantau serangkaian pernyataan dari para pejabat The Fed untuk mendapatkan petunjuk terkini mengenai arah kebijakan di masa menda­tang,” ujar dia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.