Guru SMA Negeri 1 Pinogu Minta Tunjangan Transportasi dari Pemprov Gorontalo.

Rabu, 23 Sep 2026, 08:17 WIB

 Guru SMA Negeri 1 Pinogu, Kabupaten Bone Bolango, meminta Pemerintah Provinsi Gorontalo mempertimbangkan pemberian tunjangan transportasi bagi guru yang bertugas di wilayah terpencil tersebut.

Permintaan itu disampaikan saat Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengunjungi SMA Negeri 1 Pinogu, Selasa (22/9), sekaligus meninjau pembangunan sejumlah fasilitas sekolah yang dibiayai Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Ket. Foto: Gubernur Gusnar Ismail saat berbincang-bincang dengan guru SMA Negeri 1 Pinogu, Selasa (22/9). — Sumber: Antara Foto

Wakil Kepala SMA Negeri 1 Pinogu Nian Didipu mengatakan tunjangan transportasi diperlukan mengingat tingginya biaya perjalanan menuju Pinogu. Ia mencontohkan guru SD dan SMP di wilayah terpencil yang telah memperoleh tunjangan transportasi dari pemerintah kabupaten.

"Teman-teman daerah terpencil dari kabupaten, SD, SMP itu dapat transportasi untuk guru-guru. Apakah bisa kami dari SMA yang khususnya di Pinogu mendapatkan hal itu?" kata Nian.

Menurut dia, biaya transportasi menuju Pinogu menjadi persoalan tersendiri bagi guru maupun masyarakat. Perjalanan menggunakan jasa ojek dari Tulabolo menuju Pinogu dan kembali dapat mencapai sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta per orang.

Menanggapi permintaan tersebut, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan persetujuannya untuk mempertimbangkan pemberian tunjangan transportasi bagi guru SMA yang bertugas di wilayah terpencil.

"Insyaallah, insyaallah. Sambil diingatkan terus ke kepala dinasnya. Kalau gubernur lupa berarti kepala dinas yang lupa. Kalau saya setuju sekarang, cuma jangan sampai lupa karena kita harus masukkan lagi di aturan. Ya kan? Biar kita tidak salah," ujar Gusnar.

Ia mengatakan usulan tersebut masih perlu dilihat dari sisi regulasi untuk memastikan mekanisme pemberian tunjangan dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain persoalan transportasi, para guru juga menyampaikan kebutuhan air bersih di lingkungan sekolah serta dukungan fasilitas komputer dan jaringan internet.

Keterbatasan fasilitas tersebut turut berdampak pada pelaksanaan kegiatan akademik siswa. Untuk mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA), siswa SMA Negeri 1 Pinogu masih harus menuju Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.

Aspirasi tersebut disampaikan bersamaan dengan peninjauan pembangunan fasilitas SMA Negeri 1 Pinogu yang meliputi ruang perpustakaan, laboratorium, toilet, rumah dinas guru, serta rehabilitasi ruang kelas dengan total anggaran Rp2,7 miliar pada 2026.

  • tunjangan transportasi

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.