Sajian Kuliner Tradisional Muna di Pesta Budaya KKMM Sultra

Minggu, 19 Jul 2026, 22:55 WIB

Kendari - Ribuan warga menikmati sajian kuliner tradisional khas Muna yang dihadirkan di Pesta Budaya Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ketua KKMM Sultra Laode Darwin di Kendari, Minggu, menyampaikan bahwa ribuan warga hadir setelah panitia yang menyajikan kuliner di 1.228 dulang atau talang dinikmati bersama masyarakat dari berbagai kalangan.

Ket. Foto: Masyarakat yang menikmati hidangan tradisional di Pesta Budaya KKMM Sulawesi Tenggara. — Sumber: Antara

Menurutnya, kalau masing-masing satu dulang dinikmati 10 orang, maka ada sekitar 12.280 warga menikmati makanan di Pesta Budaya tersebut.

"Jadi, kalau 1.228 dulang belum lagi masyarakat lain datang di agenda itu, ya sekitar 15.000 orang ikut memeriahkan silaturahmi KKMM di Kendari," kata dia.

Tak hanya sajian makanan khas adat Muna, katanya, agenda ini juga menampilkan budaya beladiri Ewa Wuna, tradisi Perkelahian Kuda (Pogiraha Adhara), Modero, hingga berbagai tarian tradisional Tari Linda.

"Berbagai tradisi Suku Muna ini kita tampilkan agar budaya kita tetap terjaga di tengah perkembangan teknologi sekarang ini," ucap dia.

Ia juga menjelaskan bahwa tujuan Silaturahmi Akbar KKMM ini diselenggarakan guna mempersatukan kembali masyarakat Muna yang tersebar di Sulawesi Tenggara.

Apalagi filosofi masyarakat Muna dahulu, yakni saling menghargai dan melindungi dimana pun dalam kehidupan berbangsa atau bernegara.

Selain itu, KKMM ingin mengangkat harkat dan martabat budaya Muna sebagai salah satu kebudayaan tertua di dunia.

"Karena sebenarnya budaya kita ini sudah lama sekali, dengan penemuan lukisan cadas di Gua Metanduno yang berusia 67.800 tahun," ujarnya.

Darwin mengungkapkan bahwa berbagai tradisi kebudayaan tersebut yang ditampilkan juga guna mempromosikan pariwisata di Muna dan Muna Barat.

Selain itu, pesta budaya ini membawa dampak ekonomi masyarakat karena sajian kuliner tradisional yang diolah menyerap komoditi pangan seperti telur ayam kampung, beras merah, hingga buah-buahan.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menilai acara kebersamaan seperti Silaturahmi Akbar KKMM memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan masyarakat Muna, baik yang berada di Sulawesi Tenggara maupun di berbagai daerah lainnya.

Menurutnya, ikatan kekeluargaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut harus terus dipelihara agar menjadi kekuatan sosial yang mampu menyatukan masyarakat.

"Saya sangat mengapresiasi penghargaan yang diberikan. Harapan saya, ikatan ini menjadi ikatan emosional yang dapat menggerakkan dan mempersatukan masyarakat," katanya.

Ia berharap, semangat persaudaraan yang terbangun dalam kegiatan budaya tersebut dapat terus dijaga sebagai modal untuk memperkuat kolaborasi serta kebersamaan dalam membangun daerah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, katanya, bangga dengan silaturahim para tokoh dan masyarakat Muna melalui Hari Budaya.

Ia menyampaikan silaturahim KKMM membawa berkah yang menunjukkan masyarakat harus senantiasa mau memiliki jiwa yang kuat dan bergotong-royong.

Kepemimpinan daerah Sulawesi Tenggara, katanya, membutuhkan arah dan swadaya, serta perlindungan terhadap daerah ini yang telah memberikan kontribusi penting dalam sejarah pembangunan daerah dan juga bangsa Indonesia.

"Peran aktif kita semua telah mengisi berbagai bidang pembangunan, meliputi bidang politik dan pemerintahan, pendidikan dan kesehatan, hukum, dunia usaha, akademisi, baik di tingkat lokal, nasional, dan bidang pembangunan lainnya di Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah memberikan dampak bagi kemajuan Sulawesi Tenggara," demikian Andi Sumangerukka.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.