PT KAI Angkut 10.050 Ton Pupuk selama Semester I 2026

Sabtu, 18 Jul 2026, 17:43 WIB

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melayani pengangkutan 10.050 ton pupuk selama Semester I 2026. Layanan angkutan massal tersebut dihadirkan untuk mendukung kelancaran distribusi komoditas penting sektor pertanian nasional.

Sebelumnya badan usaha milik negara tersebut tercatat mengangkut sebanyak 24.180 ton pupuk pada 2024. Volume pengiriman komoditas pertanian utama tersebut kemudian tercatat sebesar 21.060 ton sepanjang tahun 2025.

Ket. Foto: — Sumber: KAI

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan peran penting kereta api dalam distribusi logistik. Penyaluran pupuk memerlukan dukungan moda transportasi yang menghubungkan tempat produksi, penyimpanan, hingga daerah tujuan.

“Kereta api memiliki kapasitas untuk melayani pengiriman dalam jumlah besar dengan jadwal perjalanan yang teratur. Layanan ini dapat melengkapi penyaluran yang sudah berjalan, sesuai kebutuhan pelanggan dan kesiapan penerimaan barang di setiap daerah,” ujar Anne.

KAI merilis data perkembangan logistik tersebut secara resmi pada hari Jumat (17/7). Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mencatat perdagangan pupuk global menyusut sekitar 20 hingga 25 persen.

Sementara itu, Bank Dunia memperkirakan rata-rata harga pupuk dunia pada 2026 meningkat sekitar 31 persen. Perubahan kondisi perdagangan global tersebut memicu urgensi peningkatan efisiensi sistem distribusi logistik dalam negeri.

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat penyaluran pupuk bersubsidi hingga 25 Juni 2026 mencapai 54,28 persen. Realisasi tersebut berasal dari total alokasi pupuk nasional yang ditetapkan sebesar 9,55 juta ton.

Anne menegaskan bahwa setiap moda transportasi memiliki peran penting yang saling mendukung satu sama lain. Layanan pengiriman pupuk ini sendiri terintegrasi erat dengan jaringan rel dan terminal barang strategis.

“Setiap moda transportasi memiliki peran yang saling mendukung. Kereta api dapat melayani perjalanan utama antardaerah, kemudian pengiriman dari dan menuju terminal barang dapat dilanjutkan dengan moda lain. Pola seperti ini memberi pilihan tambahan dalam mengatur distribusi pupuk,” kata Anne.

Badan usaha perkeretaapian nasional tersebut mengangkut komoditas nonbatu bara sebanyak 5.963.948 ton pada Semester I 2026. Komoditas tersebut mencakup peti kemas, bahan bakar minyak, semen, klinker, hasil perkebunan, hingga ritel.

Kapasitas angkutan barang ini membuka ruang kolaborasi dengan kementerian, produsen pupuk, serta pemerintah daerah. Pemanfaatan layanan disesuaikan dengan lokasi jaringan rel, terminal barang, gudang penyimpanan, serta kebutuhan wilayah. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Kapal Pelni KM Tidar Tiba di Maumere, Bawa Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Pastikan Higienis, Distan Mataram Perketat Pengawasan Pemotongan Unggas Mandiri

Wali Kota: Bandung Bidik 24 Juta Kunjungan Wisatawan

Wali Kota Bandung Tawarkan PBB Rp1 untuk Bangun Cagar Budaya

Harga Emas pada Kamis (20/8) Galeri24, Antam, UBS di Pegadaian Serempak Naik

Agar Peternak Terus Berproduksi, Mendag Tekankan Pentingnya Harga Ayam Sesuai Acuan

Menpar Nilai Konser Andrea Bocelli Bantu Promosi Pariwisata Indonesia

Tersangka Sabotase Pipa Gas Nord Stream akan Disidang di Jerman

Pertamina Goes to Campus 2026, 116 Tim Mahasiswa Unjuk Gigi di Babak Penentuan Debat Energi

Bukan Erupsi! Kepulan Asap di Gunung Raung Ternyata akibat Kebakaran Lahan.

Polres Bengkalis Tetapkan 2 Tersangka Kasus Kebakaran Lahan di Desa Damai.

The Dudas Minus One Berencana Touring Keliling Asia, Ariel Ungkap Alasannya

Oknum Kades Sukabumi Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Penganiayaan hingga Korban Meninggal.

Usai Kecelakaan, Perjalanan Kembali Normal untuk Jalur KRL ke Tangerang

Badan Geologi Nyatakan Asap di Gunung Raung Disebabkan Kebakaran Lahan Bukan Erupsi

Mentan Pastikan Stok Beras untuk Pengungsi Gempa NTT Cukup hingga Setahun.

IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia, Dipicu Kebijakan "Buyback" Obligasi AS

Antusias dan Suka-cita Daerah Sambut Alih Status PPPK, Apa Alasannya?

Padang Pariaman Raih Peringkat 1 Sumbar dan 7 Nasional dalam Pengelolaan JDIH.

BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.