• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Hadir Dalam Soft Opening N...

Hadir Dalam Soft Opening Nellava Bullion, Kirana Larasati Ajak Investasi Logam Mulia Jangka Panjang.

Sabtu, 18 Jul 2026, 17:55 WIB

Minat masyarakat terhadap investasi logam mulia terus meningkat seiring kebutuhan akan instrumen yang dinilai mampu menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi. Melihat tren tersebut, Nellava Bullion memperkuat layanan dan jaringan distribusinya untuk memperluas akses investasi emas dan perak batangan di Indonesia.

Aktris Kirana Larasati menilai investasi logam mulia sebaiknya dilakukan dengan orientasi jangka panjang, bukan untuk mencari keuntungan cepat. Menurutnya, emas dan perak batangan lebih tepat dijadikan instrumen investasi dibandingkan perhiasan karena nilainya lebih terjaga.
"Ini bukan investasi untuk daily trading. Beli, simpan beberapa tahun, baru hasilnya bisa terasa," ujar Kirana saat menghadiri peluncuran layanan transaksi logam mulia Nellava Bullion di Jakarta.

Ket. Foto: Nellava Bullion memperkuat layanan dan jaringan distribusinya untuk memperluas akses investasi emas dan perak batangan di Indonesia. — Sumber: Koran Jakarta/M.Fachri

20260718174837_Marketing-Director-Nellava-Group.jpg

Marketing Director Nellava Group Alif Fauzan (kiri) berbincang bersama figur publik Kirana Larasari (kanan) saat Soft Opening Nellava Bullion di Jakarta, Sabtu (18/7).Antara Foto.

Kirana juga mengingatkan pentingnya memilih penyedia logam mulia yang menerapkan harga secara transparan. Menurutnya, harga yang mengikuti pergerakan pasar secara langsung dapat membantu investor mengambil keputusan dengan lebih baik.

Marketing Director Nellava Group Alif Fauzan mengatakan perusahaannya menerapkan sistem Live International Price, yakni mekanisme yang memperbarui harga emas dan perak setiap 30 detik mengikuti pergerakan harga pasar internasional.

Menurut Alif, mekanisme tersebut memungkinkan masyarakat membandingkan harga logam mulia dengan acuan harga internasional melalui situs pemantau harga global maupun kanal resmi perusahaan.

Ia mengatakan penerapan sistem tersebut bertujuan memberikan harga yang lebih transparan bagi investor, memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan logam mulia, memperkecil selisih harga saat pembelian kembali (buyback), serta meningkatkan rasa aman dalam bertransaksi.

20260718175308_Marketing-Director-Nellava-Group_3.jpg

Selain emas batangan, perusahaan juga menawarkan perak batangan berkadar kemurnian 99,9 persen sebagai alternatif instrumen investasi. Alif menambahkan seluruh bahan baku emas dan perak yang dipasarkan berasal dari proses daur ulang dan pemurnian yang legal, bukan dari pertambangan ilegal.

Untuk menjamin keaslian produk, setiap emas dan perak yang dipasarkan dilengkapi sejumlah fitur verifikasi, antara lain NFC, kode QR, sertifikat akreditasi, serta hasil pengujian menggunakan mesin XRF.

Di sisi lain, perusahaan juga memperluas jaringan distribusi melalui Program Official Provincial Distributor dengan konsep One Province, One Official Distributor. Melalui program ini, Nellava Bullion akan menunjuk satu distributor resmi di setiap provinsi yang menerapkan sistem Ready Stock Distribution Model, sehingga produk Gold Bar dan Silver Bar dapat lebih cepat tersedia di berbagai daerah. Alif Fauzan juga mengatakan industri bullion Indonesia tengah memasuki fase pertumbuhan baru. Menurutnya, perkembangan industri tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh jaringan distribusi yang profesional dan terpercaya.

  • Soft Opening Nellava Bullion

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.