Perangi Miras Oplosan, Ilmuwan Kembangkan Teknologi Laser untuk Deteksi Alkohol Palsu

Sabtu, 18 Jul 2026, 15:46 WIB

CANBERRA - Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa teknologi berbasis laser dapat segera membantu pihak berwenang mendeteksi minuman keras palsu yang mematikan, bahkan mengidentifikasi bahan kimia berbahaya di dalam botol yang masih tersegel tanpa perlu membukanya.

Menurut rilis yang dikeluarkan Universitas Adelaide di Australia, Jumat (17/7), menyebutkan bahwa studi tersebut menunjukkan bahwa sistem laser yang dirancang khusus ini mampu mendeteksi metanol beracun yang tersembunyi di dalam botol minuman beralkohol jenis spirit yang masih tersegel, bahkan melalui botol kaca berwarna.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/DANIEL LEAL/Getty Images

"Kami tertarik untuk menerapkan prinsip yang sama di mana pun industri membutuhkan cara yang cepat, andal, dan noninvasif untuk memverifikasi isi produk dalam wadah tersegel," kata penulis utama Ane Kritzinger, seorang kandidat PhD bersama dari Universitas Adelaide dan Universitas St Andrews di Skotlandia.

Keracunan metanol masih menjadi masalah kesehatan global serius, yang menyebabkan ratusan kematian setiap tahunnya. Metode pengujian konvensional mengharuskan botol dibuka untuk analisis laboratorium, tetapi teknik optik baru ini mengubah cara tersebut.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Physics: Photonics, teknik itu menggunakan spektroskopi Raman untuk membaca "sidik jari" kimia unik dari cairan melalui kemasan tanpa membukanya.

Dengan membentuk sinar laser secara cermat dan mengubah panjang gelombangnya secara halus, tim itu meningkatkan secara signifikan kemampuan sistem dalam mendeteksi sejumlah kecil metanol sambil menyaring gangguan dari botol kemasan.

Teknologi ini mampu mendeteksi metanol pada kadar sekitar 10 kali lebih rendah dari ambang batas keamanan internasional, menawarkan alternatif yang cepat dan bersifat tidak merusak dibandingkan pengujian laboratorium, menurut hasil studi tersebut.

Tim tersebut juga mengungkapkan bahwa mereka mampu menangkap "sidik jari" optik unik dari wine tanpa membuka botol tersebut, sehingga meningkatkan potensi untuk mengatasi pemalsuan wine.

Tim peneliti tersebut kini berupaya mengubah sistem laboratorium itu menjadi alat praktis yang dapat digunakan di bea cukai, tempat penyulingan, serta fasilitas pangan dan penjaminan mutu. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.