Jeritan dari Afrika Timur, 40 Juta Orang Hadapi Kelaparan Akut

Sabtu, 18 Jul 2026, 15:21 WIB

NAIROBI - Badan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (17/7) memperingatkan bahwa Afrika Timur masih menjadi kawasan yang mengalami krisis kemanusiaan serius, dengan perkiraan 48,5 juta orang membutuhkan bantuan pada tahun ini.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa kebutuhan bantuan kemanusiaan di kawasan tersebut terus dipicu oleh konflik, pengungsian, guncangan iklim, wabah penyakit, dan kerawanan pangan, sementara ancaman penyebaran Ebola dari Republik Demokratik (RD) Kongo menimbulkan risiko tambahan.

"Meskipun wabah Ebola saat ini masih terkonsentrasi di RD Kongo, risiko penyebarannya ke kawasan tetap tinggi," kata OCHA dalam laporan kemanusiaan terbarunya.

Menurut badan PBB tersebut, kerawanan pangan di kawasan Afrika Timur meningkat pada kuartal kedua (Q2) 2026. Sebanyak 40,5 juta orang menghadapi kelaparan parah, meningkat 1,6 juta orang dibandingkan kuartal pertama (Q1) 2026.

OCHA mengatakan bahwa peningkatan terbesar kerawanan pangan dilaporkan terjadi di Sudan Selatan, Kenya, Sudan, dan Tanzania.

OCHA mengatakan bahwa dampak limpahan dari konflik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga bahan bakar, biaya transportasi, dan harga pangan, sekaligus mengganggu rantai pasokan serta menekan perekonomian yang sudah rapuh.

Di sisi lain, dampak iklim memaksa hampir 13.000 orang mengungsi di Burundi. Sementara itu, jumlah pengungsi di kawasan tersebut meningkat dari 5,9 juta menjadi 6 juta orang, didorong oleh bertambahnya jumlah pengungsi di Sudan Selatan, Uganda, dan Kenya.

Badan PBB tersebut mengatakan bahwa risiko kesehatan masyarakat di Afrika Timur masih sangat serius, dengan jumlah kasus kolera pada Q2 2026 meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 12.400 kasus, sementara 457 kasus mpox dilaporkan di wilayah yang terdampak pengungsian dan rawan banjir. Ant

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Luke Dray/Getty Images

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

The Dudas Minus One Berencana Touring Keliling Asia, Ariel Ungkap Alasannya

Oknum Kades Sukabumi Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Penganiayaan hingga Korban Meninggal.

Usai Kecelakaan, Perjalanan Kembali Normal untuk Jalur KRL ke Tangerang

Badan Geologi Nyatakan Asap di Gunung Raung Disebabkan Kebakaran Lahan Bukan Erupsi

Mentan Pastikan Stok Beras untuk Pengungsi Gempa NTT Cukup hingga Setahun.

IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia, Dipicu Kebijakan "Buyback" Obligasi AS

Antusias dan Suka-cita Daerah Sambut Alih Status PPPK, Apa Alasannya?

Padang Pariaman Raih Peringkat 1 Sumbar dan 7 Nasional dalam Pengelolaan JDIH.

BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

Utang AS Lampaui 40 Triliun Dollar, Rekor Tertinggi dalam Sejarah

Transjakarta Operasikan Armada Bantuan karena KRL Bogor-Jakarta Kota Alami Gangguan

KRL Commuter Tabrak Orang di Dekat Stasiun Tebet, Transjakarta Bantu Angkut Penumpang

Tim Gabungan Gagalkan Peredaran Ganja via Media Sosial di Balikpapan.

Gangguan KRL Bikin Penumpang Terdampak, Transjakarta Langsung Operasikan Armada Bantuan

KPK Ungkap Dugaan Pengondisian Audit BPK di Wilayah Lain Sumatera Selatan.

El Nino Mengganas, Honduras Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro

Kemenag Satukan Guru Lintas Agama dalam Konfederasi Profesi Guru 2026–2030.

Namanya Mirip, Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix terkait Pelanggaran Merek Dagang "Kpop Demon Hunters"

Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Tempat Perawatan Pesawat Tempur TNI AU.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.