Lebanon Perlu 20 Miliar Dolar AS untuk Bangun Kembali Negaranya Pascaperang

Sabtu, 18 Jul 2026, 15:16 WIB

BEIRUT - Pemulihan dan rekonstruksi pascaperang di Lebanon akan memerlukan biaya lebih dari 20 miliar dolar AS, menurut penilaian kebijakan yang dirilis pada Jumat (17/7) oleh Pusat Riset dan Studi Kebijakan Arab yang berbasis di Beirut.

Laporan tersebut memperkirakan adanya kerusakan fisik senilai 6,8 miliar dolar AS dan kerugian ekonomi sebesar 7,2 miliar dolar AS, dengan total kerugian langsung dan tidak langsung melebihi 65 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Lebanon.

Kolapsnya keuangan Lebanon pada 2019 membuat pemerintah sebagian besar tidak mampu membiayai rekonstruksi melalui cara-cara tradisional, sehingga negara itu menjadi sangat bergantung pada hibah dan pinjaman internasional yang terikat dengan reformasi keuangan, administratif, dan institusional yang lama tertunda, papar laporan tersebut.

Menteri Keuangan Lebanon Yassin Jaber menyatakan sekitar 200 juta dolar AS tersedia sebagai pendanaan domestik untuk memenuhi kebutuhan darurat pascaperang, meskipun laporan itu menyebutkan bahwa jumlah tersebut hanya mewakili sebagian kecil dari kebutuhan aktual Lebanon dan terutama ditujukan untuk membantu menarik pendanaan internasional yang lebih besar.

Laporan itu menyebutkan bahwa tantangan rekonstruksi Lebanon tidak hanya terletak pada upaya memperoleh sumber daya keuangan, tetapi juga pada upaya untuk memastikan negara itu dapat mengelola dana yang tersedia secara efektif dan menyalurkannya ke pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, alih-alih respons darurat jangka pendek. Ant

Ket. Foto: — Sumber: AFP/JALAA MAREY

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

The Dudas Minus One Berencana Touring Keliling Asia, Ariel Ungkap Alasannya

Oknum Kades Sukabumi Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Penganiayaan hingga Korban Meninggal.

Usai Kecelakaan, Perjalanan Kembali Normal untuk Jalur KRL ke Tangerang

Badan Geologi Nyatakan Asap di Gunung Raung Disebabkan Kebakaran Lahan Bukan Erupsi

Mentan Pastikan Stok Beras untuk Pengungsi Gempa NTT Cukup hingga Setahun.

IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia, Dipicu Kebijakan "Buyback" Obligasi AS

Antusias dan Suka-cita Daerah Sambut Alih Status PPPK, Apa Alasannya?

Padang Pariaman Raih Peringkat 1 Sumbar dan 7 Nasional dalam Pengelolaan JDIH.

BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

Utang AS Lampaui 40 Triliun Dollar, Rekor Tertinggi dalam Sejarah

Transjakarta Operasikan Armada Bantuan karena KRL Bogor-Jakarta Kota Alami Gangguan

KRL Commuter Tabrak Orang di Dekat Stasiun Tebet, Transjakarta Bantu Angkut Penumpang

Tim Gabungan Gagalkan Peredaran Ganja via Media Sosial di Balikpapan.

Gangguan KRL Bikin Penumpang Terdampak, Transjakarta Langsung Operasikan Armada Bantuan

KPK Ungkap Dugaan Pengondisian Audit BPK di Wilayah Lain Sumatera Selatan.

El Nino Mengganas, Honduras Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro

Kemenag Satukan Guru Lintas Agama dalam Konfederasi Profesi Guru 2026–2030.

Namanya Mirip, Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix terkait Pelanggaran Merek Dagang "Kpop Demon Hunters"

Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Tempat Perawatan Pesawat Tempur TNI AU.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.