Melangkah Bersama, Rwanda Rangkul Indonesia Jadi Mitra Pariwisata

Sabtu, 18 Jul 2026, 15:36 WIB

JAKARTA - Duta Besar Rwanda untuk Indonesia Abdul Karim Harelimana menyampaikan bahwa Rwanda menghargai Indonesia sebagai mitra penting dalam kerja sama Selatan-Selatan untuk perdagangan, pariwisata, investasi, inovasi, dan keterlibatan bersama.

“Solidaritas, persahabatan, dan kemitraan Anda telah memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan Rwanda dan kami berharap dapat mencapai hal-hal yang lebih besar lagi bersama-sama,” kata Harelimana dalam sambutannya pada peringatan Hari Pembebasan Rwanda (Kwibohora) ke-32 di Jakarta, Jumat (17/7).

Ket. Foto: — Sumber: AFP/DAVE PROFFER

Harelimana melanjutkan, Hari Pembebasan Rwanda menandai awal kebangkitan nasional yang dibangun di atas harapan, persatuan, dan tekad untuk menciptakan masa depan yang lebih baik setelah berakhirnya masa penderitaan bangsa Rwanda.

Mengutip pesan Presiden Paul Kagame pada Hari Pembebasan 4 Juli, Dubes Rwanda itu menegaskan bahwa pembebasan bukan tujuan akhir, melainkan komitmen berkelanjutan untuk menjaga persatuan, memperkuat kedaulatan, membangun institusi, dan membuka peluang bagi generasi muda.

Harelimana menambahkan bahwa semangat tersebut juga dibawa ke dalam seluruh misi diplomatik Rwanda di berbagai negara melalui penekanan pada nilai peringatan, persatuan nasional, rekonsiliasi, martabat, serta kontribusi diaspora dalam pembangunan bangsa.

“Dari puing-puing konflik dan kehancuran, bangsa kita telah memilih persatuan daripada perpecahan, rekonsiliasi daripada balas dendam, pembangunan institusi daripada ketidakstabilan, dan kemandirian daripada ketergantungan,” ujar Harelimana.

Menurutnya, karena pilihan itulah, Rwanda kini dikenal atas tata kelola pemerintahan yang baik, keamanan, kesetaraan gender, inovasi, pelestarian lingkungan, peningkatan layanan kesehatan, perluasan akses pendidikan, serta pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kemlu RI Santo Darmosumarto menyampaikan penghormatan dan solidaritas Indonesia kepada Rwanda dalam peringatan Hari Pembebasan (Kwibohora), serta menegaskan pentingnya ketahanan, persatuan, serta rekonsiliasi sebagai fondasi perdamaian dan pembangunan.

Dalam sambutannya, Santo menyebutkan bahwa Hari Pembebasan Rwanda tidak hanya sebatas peringatan atas kebebasan yang diraih, tetapi juga simbol keberanian bangsa Rwanda untuk membangun kembali, memperbarui, dan bangkit menuju masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, kebijakan luar negeri Indonesia selama ini menjunjung tinggi keadilan dan martabat manusia serta nilai-nilai yang sejalan dengan semangat Hari Pembebasan Rwanda.

“Keyakinan bersama ini mendorong komitmen kami untuk bekerja sama secara erat dengan Rwanda di berbagai bidang, termasuk keamanan politik, perdagangan dan investasi, pendidikan, dan kerja sama pembangunan, guna memastikan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda kita,” kata Santo.

Dia juga menambahkan bahwa kemajuan menuju perjanjian perdagangan preferensial antara Indonesia dan Rwanda mencerminkan komitmen kedua negara untuk membuka peluang baru dalam hubungan ekonomi sekaligus meningkatkan kemitraan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi.

Kedubes Rwanda memperingati Hari Pembebasan Rwanda (Kwibohora) ke-32 yang bertajuk “Kwibohora 32 – Rwanda’s Journey Continues” di Jakarta pada Jumat malam, sekaligus merefleksikan perjalanan panjang Rwanda dalam membangun kembali bangsa pascatragedi genosida terhadap Tutsi pada 1994.

Lebih dari sekadar mengenang sejarah, Kwibohora menjadi simbol ketangguhan, persatuan, rekonsiliasi, dan tekad rakyat Rwanda untuk terus melangkah menuju masa depan yang damai dan sejahtera. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.