Warga Demak Jangan Asal Pilih Investasi! Ini yang Perlu Diperhatikan
Jumat, 02 Okt 2026, 07:52 WIBDEMAK - Bupati Demak, Provinsi Jawa Tengah, Eisti'anah mengimbau warga kabupaten setempat cermat dan waspada dalam memanfaatkan layanan keuangan digital, termasuk saat menerima tawaran investasi, guna menghindari risiko penipuan dan kejahatan keuangan digital.
"Di era serba digital seperti sekarang ini, akses masyarakat terhadap layanan keuangan semakin mudah dan luas. Namun, harus waspada dan berhati-hati dengan berbagai tawaran mulai dari pinjaman online, pembelian barang secara digital, hingga berbagai tawaran investasi yang bisa diakses hanya lewat gawai," ujarnya saat Sosialisasi Edukasi Literasi Keuangan kepada Masyarakat di Pendopo Satya Bhakti Praja Demak, Kamis.
Kegiatan tersebut digelar Bagian Perekonomian Setda Demak bekerja sama dengan BPD Demak, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Pegadaian.
Menurut Eisti'anah, semakin mudah masyarakat memperoleh akses keuangan, semakin besar pula potensi penyalahgunaan layanan tersebut apabila tidak dibarengi pengetahuan yang memadai.
Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengenali produk dan layanan keuangan yang aman serta legal. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mudah mengakses layanan keuangan, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.
"Masyarakat harus cerdas memilih, bijak menggunakan, dan bertanggung jawab dalam mengelola," katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil keputusan finansial secara impulsif hanya karena tergiur kemudahan transaksi digital maupun tawaran keuntungan yang besar.
Menurut dia perkembangan teknologi membuat berbagai aktivitas keuangan yang sebelumnya membutuhkan proses panjang kini dapat dilakukan dengan cepat melalui telepon seluler.
Kondisi tersebut, kata dia, juga perlu diikuti kewaspadaan terhadap berbagai iklan atau tawaran yang muncul melalui perangkat digital, termasuk yang menawarkan investasi dengan keuntungan tidak wajar.
Selain berhati-hati terhadap tawaran investasi, masyarakat juga diminta menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Demak Azizul Miftah mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat agar dapat menggunakan produk dan layanan keuangan secara bijak, aman, dan sesuai kebutuhan.
"Terlebih di era digital saat ini, masyarakat juga menghadapi berbagai risiko penipuan dan kejahatan keuangan digital. Oleh karena itu, edukasi literasi perlu terus dilakukan sekaligus diikuti dengan perluasan akses terhadap layanan keuangan formal," ujarnya.
Sebanyak 40 peserta difasilitasi untuk membuka rekening Bank Jateng, sementara 40 peserta lainnya mendapatkan fasilitasi pembukaan Tabungan Emas Pegadaian, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat langsung mengenal dan mengakses produk layanan keuangan formal.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Basarnas Rejang Lebong Lakukan Pencarian Anak Hanyut ke Danau Suro
-
Demak Dilanda Banjir dan Makin Meluas ke Enam Desa
-
Bundesliga Jerman: Bayern Tahan Imbang Leverkusen 1-1 Meski Bermain dengan Sembilan Orang
-
Pemilu Harus Jaga Kepercayaan dan Legitimasi Publik ke Negara
-
AVC Cup Women 2026: Kalah 2-3, Tim Bola Voli Indonesia Beri Perlawanan Ketat Vietnam
-
Kompolnas Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap Rangkaian Kasus Kerusuhan 27 Agustus 2026
-
Gelaran Jakarta Fair Kemayoran 2026 Masuki Minggu Terakhir, Telkomsel Tetap Setia Hadirkan Ragam Promo untuk Pelanggan.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.