270 Siswa Pertama Masuk! SRT 2 Medan Resmi Mulai MPLS 2026
Kamis, 16 Jul 2026, 13:40 WIBJAKARTAâ Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Medan memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7). Setelah selesai dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada awal Juli 2026 lalu, sekolah yang terdiri dari jenjang SD, SMP hingga SMA ini telah siap dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar bagi 270 siswa yang berasal dari Kota Medan dan sekitarnya.Â
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak, modern dan berstandar internasional. Program ini juga mendukung implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas pemerataan akses pendidikan.
âPembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,â ujar Menteri Dody.
SRT 2 Kota Medan berdiri di atas lahan seluas 6,01 hektare di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara. Sekolah ini dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan kapasitas sekitar 1.080 siswa, terdiri atas 540 siswa jenjang SD, serta masing-masing 270 siswa untuk jenjang SMP dan SMA. Pada pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 kali ini, sekolah menerima peserta didik yang terdiri atas 60 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 120 siswa SMA.Â
Kompleks sekolah dilengkapi dengan sarana prasarana berupa gedung pembelajaran untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, laboratorium, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, guest house, kantin, dapur beserta instalasi pengolahan limbah, instalasi air bersih, lapangan upacara, sistem CCTV, serta fasilitas olahraga berupa lapangan mini soccer dan basket.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana sekaligus Guru Olahraga SRT 2 Kota Medan, Lastiar Pasaribu berterimakasih kepada Presiden Prabowo dan Kementerian PU atas dibangunnya SRT 2 Kota Medan dengan bangunan yang berkualitas dan sarana prasarana yang memadai.
"Di SR permanen ini kesiapan bangunan sudah baik. Kemudian untuk sarana prasarana seperti ruang kelas sudah dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk menampung kapasitas 30 siswa, serta sudah dilengkapi dengan papan tulis. Setelah MPLS selesai, para guru juga telah menyiapkan modul dan media interaktif yang dapat meningkatkan kemampuan anak untuk mengikuti pembelajaran matrikulasi nantinya," kata Lastiar.
Keberadaan SR juga mendapatkan sambutan positif dari para orang tua dan siswa. Rike Sari, salah seorang wali murid dari Kecamatan Medan Helvetia, mengaku senang anaknya dapat bersekolah di SRT 2 Kota Medan.Â
"Saya sangat berterima kasih karena anak saya bisa diterima disini. Saya berharap anak saya bisa menjadi lebih pintar, lebih baik dan dapat mengembangkan bakat dan minatnya. Saya juga berterimakasih kepada pemerintah karena sudah membangun SR yang sangat besar, luas dan dengan fasilitas yang sangat baik. Terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah mengusulkan SR ini karena telah membuat anak-anak yang tidak mampu dan orang tua yang pekerjaannya terbatas bisa bersekolah kembali," ujarnya.
Tak kalah semangat, Fandi, salah seorang siswa SRT 2 Kota Medan jenjang SD juga mengaku senang dapat mengemban ilmu di sekolah yang memiliki sarana dan prasarana lengkap. Terlebih, SRT 2 Kota Medan juga dilengkapi dengan lapangan mini soccer yang dapat mendukung minat dan cita-citanya di masa mendatang.Â
âSaya senang karena sekolahnya bagus, cantik dan ada lapangan bolanya. Karena cita-cita saya menjadi pemain bola. Terima kasih Presiden Prabowo dan Kementerian PU sudah membangun SR," pungkasnya.
Pembangunan SRT 2 Kota Medan dilaksanakan oleh PT Nindya Karya (Persero) bersama PT FYP melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) dengan nilai kontrak Rp258 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025â2026. Pekerjaan dilaksanakan selama 200 hari kalender dengan melibatkan sekitar 900 orang tenaga kerja. Kementerian PU berharap, fasilitas yang telah dibangun dapat mendukung penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar secara optimal sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
- Kota Medan
- Program Sekolah Rakyat (SR)
- pengembangan sumber daya manusia
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, Ini 5 Lokasi dengan Progres Tertinggi
-
Hadapi Musim Kering, Ribuan Hektare Lahan Tani di Garut Diasuransikan
-
Edukasi permainan tradisional di sekolah rakyat
-
Kemenhub Dorong Badan Usaha Pelabuhan Tingkatkan Layanan Peti Kemas
-
Progres Rata-Rata 59 Persen, Menteri PU Pastikan Kualitas Bangunan Sekolah Rakyat Tahap II Tetap Terjaga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.