Pemprov Ingin Bangun Koperasi Profesional

Senin, 13 Jul 2026, 01:05 WIB

JAKARTA – Pemprov Jakarta ingin membangun koperasi yang professional, modern, inovatif, dan berdaya saing. “Dengan begitu koperasi dapat menjadi wadah membangun usaha rakyat dan menghidupkan gotong royong,” tutur Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan koperasi Usaha Kecil Menengah (PPKUKM), Elisabeth Ratu Rante Allo.

Dia terus mengajak seluruh insan koperasi untuk menjaga semangat gotong royong dan profesionalisme. Menurut Ratu, Pemerintah Provinsi Jakarta bersama Pemerintah Pusat dan Dekopin, akan terus hadir untuk membantu koperasi tumbuh dan berkembang sebagai wadah untuk berusaha dengan dasar kegotongroyongan.

Ket. Foto: Ilustrasi. Pelaku UMKM menata produk sabun bertema Natal saat Jakarta Christmas Market 2025 di Blok M Hub — Sumber: ANTARA/Sulthony Hasanuddin

“Mari bersama-sama kita membangun koperasi yang profesional, modern, transparan, inovatif dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” seru Ratu. Dia mengungkapkan ini saat memimpin Upacara Peringatan ke-79 Hari Koperasi Nasional di halaman gedung Balai Kota Jakarta, Minggu (12 /7).

Upacara Peringatan Hari Koperasi yang mengusung tema “Koperasi Indonesia berdaya, Indonesia berjaya” ini, diikuti pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih, perwakilan Dinas PPKUKM, Biro Perekonomian, Biro Keuangan, Dinas Gulkarmat, BUMD, BUMN, perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UKPD.

Dijelaskan, saat ini jumlah koperasi umum di Jakarta mencapai sekitar 2.900 unit. Sedangkan Koperasi Kelurahan Merah Putih ada 267. Dari 267 KKMP, sekitar 170 unit di antaranya sudah memulai aktivitas usahanya.

“Kami berharap seluruh koperasi di Jakarta terus aktif. Koperasi merupakan wadah untuk berusaha dengan dasar kegotongroyongan. Ini sangat bagus,” tukasnya.

Ketua Dekopin Jakarta, Suryo Bawono, mendorong tumbuhnya koperasi-koperasi milenial. Koperasi harus lebih maju dengan digitalisasi, penggunaan AI, dan sebagainya. “Kita terus mendorong anak-anak muda untuk membentuk koperasi. Saat ini sudah ada juga koperasi sektoral, seperti koperasi kafe-kafe kecil dan lainnya,” katanya.

Dia menegaskan bahwa semangat kekeluargaan yang tumbuh di dalam koperasi harus terus dijaga karena ini sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila.

Bazar UKM

Koperasi dikembangkan melalui berbagai cara. Salah satunya lewat bazar seperti di acara pentas seni Lubang Buaya. Dalam pentas seni tersebut sedikitnya 86 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memeriahkan. Mereka tampil dalam Festival Lubang Buaya, Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (11/7) hingga Minggu (12/7).

Kegiatan yang digelar di lapangan Sepak Bola Lubang Buaya tersebut, dibuka Sekretaris Kota Jakarta Timur, Eka Darmawan. Menurut Eka, kegiatan rutin tahunan ini merupakan bentuk kolaborasi warga untuk memajukan UMKM dan melestarikan budaya Betawi.

“Pemerintah Kota Jakarta Timur berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal, pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM. Ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Eka, Minggu (12/7).

Ia berharap, Festival Lubang Buaya ini dapat terus berkembang menjadi agenda budaya yang dinantikan masyarakat. Selain itu, menjadi salah satu daya tarik Kota Jakarta Timur. Lurah Lubang Buaya, Latiful Syamsi, menambahkan, festival ini dalam rangka memperingati HUT ke-499 dan menuju 5 abad Kota Jakarta.

Selain itu, juga sebagai upaya melestarikan seni dan budaya lokal, mendukung pelaku UMKM, mempererat kebersamaan masyarakat, serta memberikan ruang kreativitas bagi generasi muda. Ada banyak acara disajikan dalam festival ini. Di antaranya gelar budaya Gabus Pucung, bodoran, pentas aneka tarian khas Betawi, lomba mewarnai anak, senam sehat, sosialisasi pilah sampah, serta pelayanan Samsat Keliling.

Sementara itu, pelatihan UMKM juga dilakukan Jakarta Selatan. Pelatihan dilakukan di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Selatan sebagai kegiatan regular. Kali ini pelatihan menjadi barista dan Bahasa Jepang. “Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis,” kata Kepala PPKD Jakarta Selatan, Budi Karlia Setiyanto, Minggu.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.