Gelombang Panas Ekstrem Sebabkan Operasional PLTN Golfech di Prancis Dihentikan

Jumat, 10 Jul 2026, 01:15 WIB

MOSKOW - Perusahaan listrik nasional Prancis, EDF, menangguhkan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Golfech pada Kamis, setelah cuaca ekstrem menyebabkan suhu di Sungai Garonne—yang digunakan untuk mendinginkan reaktornya—melonjak tajam.

"Unit pembangkit listrik No. 2 di PLTN EDF Golfech dihentikan sementara pada hari Kamis, 9 Juli, pukul 11.30 waktu setempat (16.30 WIB)," tulis perusahaan tersebut dalam pernyataan resminya.

Ket. Foto: Ilustrasi pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. — Sumber: ANTARA/Pixabay

Sebelumnya, reaktor pertama di pembangkit tersebut sedang menjalani proses perawatan.

Dengan dimatikannya unit kedua tersebut, seluruh fasilitas PLTN tersebut kini praktis berhenti beroperasi secara total.

Suhu air Sungai Garonne diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai 28 derajat Celcius pada Jumat.

Berdasarkan regulasi di Prancis, PLTN diwajibkan untuk mengurangi kapasitas atau menghentikan total produksi listrik saat terjadi panas ekstrem.

Aturan itu diterapkan guna mencegah air sungai semakin memanas demi melindungi ekosistem dan biota air setempat.

Prancis, bersama dengan beberapa negara Eropa lainnya, tengah dilanda gelombang panas hebat dalam beberapa pekan terakhir.

Pada akhir Juni lalu, badan meteorologi Prancis bahkan sempat mengeluarkan status waspada cuaca panas tingkat tertinggi untuk 72 dari total 96 wilayah departemen di Prancis daratan, yang memecahkan rekor baru sepanjang sejarah. Ant/sumber: Sputnik/RIA Novosti

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.